Dinkes Enrekang Cegah Kematian Ibu Melahirkan Dengan Bendera Merah

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Rapat pemantauan dan pengawasan ibu hamil dan bayi risti (Risiko Tinggi) di kantor Dinas kesehatan Enrekang, Rabu (6/9/2017).
Rapat pemantauan dan pengawasan ibu hamil dan bayi risti (Risiko Tinggi) di kantor Dinas kesehatan Enrekang, Rabu (6/9/2017).

Online24, Enrekang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, dr. Marwan Ganoko mengatakan angka kematian ibu melahirkan di Enrekang tiga tahun terakhir cenderung meningkat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya data dari Dinas Kesehatan Enrekang angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2015 sebanyak lima kasus dqn tahun 2016 meningkat menjadi delapan kasus.

Hal ini disampaikan dr. Marwan Ahmad Ganoko saat menggelar rapat pemantauan dan pengawasan ibu hamil dan bayi risti (Resiko Tinggi) di kantor Dinas Kesehatan Enrekang, Rabu (6/9/2017).

Minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan saat hamil dan jelang melahirkan adalah salah satu penyebab utama terjadinya kasus diatas. Selain itu masih banyak masyarakat yang lebih memilih melahirkan dirumah daripada menggunakan sarana kesehatan yang disiapkan oleh Pemerintah.

“Padahal, kita sudah lakukan sosialisasi ke setiap desa melalui bidan desa agar selalu mengecek kesehatan ibu hamil dan disarankan melahirkan di puskesmas atau rumah sakit,” kata Marwan.

“Pemahaman masyarakat kita yang masih kurang tentang apa manfaatnya ditangani petugas kesehatan saat melahirkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kurangnya kesadaran masyarakat sehingga terlambat ditangani oleh petugas kesehatan memicu tingginya kasus kematian ibu melahirkan.

Dengan adanya kasus tersebut, kini Dinas Kesehatan Enrekang mulai memberikan bendera merah dirumah warga yang ada ibu hamilnya agar petugas Kesehatan bisa melakukan pemantauan secara terus menerus hingga persalinan.

“Kita imbau kepada seluruh bidan desa agar bisa terus memperbaiki kinerjanya sehingga bisa menekan angka kematian ibu melahirkan,” ujarnya.