Tersangka Pengeroyokan Bos BNI Dibekuk Polisi

Editor : Fahmi
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan menjelaskan mengenai kasus pemukulan bos Bank BNI saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Senin (10/9/2017).
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan menjelaskan mengenai kasus pemukulan bos Bank BNI saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Senin (10/9/2017).

Online24, Makassar – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar berhasil membekuk tiga orang tersangka pengeroyokan pimpinan Sentra Kredit Menengah (SKM) BNI Wilayah Makassar, Jefri Roberto Leiwakabesi, Kamis (31/8/2017) lalu.

“Ada tiga orang yang kita amankan yaitu berinisial MS, I alias P, dan KH. Ketiganya diamankan di lokasi dan waktu yang berbeda,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, saat menggelar press rilis di Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (11/9/2017).

Saat kejadian, korban dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal tepat didepan rumahnya di Perumahan Taman Losari, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Akibatnya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Stela Maris setelah menderita luka pada dahi, patah tulang pada hidung, dan patah pada lengan sebelah kiri, meski pada aksinya para tersangka hanya menggunakan tangan kosong.

Anwar menyebutkan, pengeroyokan terhadap ‘Bos BNI’ tersebut dikarenakan adanya kesalahpahaman antara korban dan terlapor berinisial AA yang tidak lain adalah seorang debitur atau nasabah.

“Motifnya karena kesalahpahaman antara terlapor (AA) dan korban. Kita masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan terlapor dalam pengeroyokan tersebut,” lanjutnya.

Meski telah berhasil meringkus tiga orang tersangka, Anwar mengaku tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru dalam kasus tersebut, termasuk terlapor berinisial AA.

“Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah, kita lihat nanti perkembangannya bagaimana,” tukasnya.

Ketiga tersangka saat ini harus merasakan dinginnya hidup dibalik jeruji besi, sebab ketiganya di persangkaan Pasal 170 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

[fbcomments]