Lakukan Penipuan Umrah, Pemilik Travel PT Arca Perkasa Terancam 5 Tahun Penjara

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (tengah) memberikan keterangan mengenai kasus penipuan travel haji dan umroh di Mapolrestabes Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (13/9/2017).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (tengah) memberikan keterangan mengenai kasus penipuan travel haji dan umroh di Mapolrestabes Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (13/9/2017).

Online24, Makassar – Pemilik travel PT Arca Perkasa Makassar yang mulai beroperasi mulai 2013 hingga 2016 silam, akan berakhir di balik jeruji besi. Setelah keduanya tertangkap, Muhammad Arsyad (26) asal Makassar yang seolah-olah berperan sebagai direktur ditangkap di Palu, dan Ariadi (29) asal Bone ditangkap saat berada Ternate, Senin (11/9/2017) lalu.

Kedua pemilik travel ini, dilaporkan ke polisi setelah dianggap melakukan penipuan kepada para calon jamaah umrah. Setidaknya dalam aksinya kali ini, mereka berhasil menipu korbannya sebesar Rp 1,08 miliar.

“Mereka melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus memberangkatkan calon jamaah umrah yang seolah-olah mempunyai travel biro yang bernama PT Arca Perkasa, namun itu ternyata tidak terdaftar di Kementerian Departemen Agama Sulawesi Selatan. Mereka telah menjaring korban sebanyak 76 orang, yang berhasil menjaring uang 1,08 Milyar Rupiah,” ungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui di Mapolda Sulsel, Rabu (13/9/2017).

Selain itu, ia mengatakan bahwa penangkapan keduanya dilakukan karena banyaknya laporan dari para calon jamaah yang merasa tertipu saat melakukan registrasi di PT Arca Perkasa, namun tak kunjung diberangkatkan.

“Para korban dijanjikan berangkat pada bulan Mei 2015, namun tak kunjung berangkat. Karena mereka seolah-olah memiliki perusahaan travel legal, dengan memiliki berkas yang menggunakan bahasa arab, disertai perincian anggaran keberangkatan. Namun aksi mereka terhenti pada saat mereka tidak mampu membendung dan bersaing dengan travel lain dalam hal promosi, dan gagal melakukan perputaran menejemen,” ujar Kombes Pol Dicky.

Sebelumnya, sejumlah korban melapor di Polres Bone, Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel, setelah batal berangkat karena diberikan e-tiket palsu oleh para pelaku.

“Walaupun ia sudah menyiapkan tiket sebanyak 76 untuk keberangkatan jama’ah, namun setelah sampai dibandara dan petugas melakukan pemeriksaan terhadap tiket. Ternyata pihak bandara menyatakan bahwa itu adalah tiket bodong, dan sangat merugikan masyarakat” ungkapnya.

Akibat kasus penipuan tersebut, kedua tersangka akan dijerat hukuman diatas 5 tahun penjara, dengan dikenakannya pasal 372 KUHP, dan pasal 378 KUHP.