Divonis Tiga Bulan Penjara, Kakek Rusak Gembok Dilahan Sendiri Akhirnya Bebas

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Divonis Tiga Bulan Penjara, Kakek Rusak Gembok Dilahan Sendiri Akhirnya Bebas
Divonis Tiga Bulan Penjara, Kakek Rusak Gembok Dilahan Sendiri Akhirnya Bebas

Online24, Makassar – Suasana haru mengiringi bebasnya terdakwa kasus pengrusakan gembok di lahan sendiri di Rutan Pangkep, Rabu (13/9/2017). Empat orang terdakwa yang masih satu keluarga tersebut, keluar dengan wajah penuh bahagia.

Begitu mereka melangkahkan kaki dari rutan Pangkep, mereka langsung memeluk sanak keluarga yang sudah menunggu di depan pintu rutan.

Sebelumnya, keempat terdakwa yakni Baharuddin (65) tahun beserta istrinya Nurlela, anaknya Sushanty Bahar, dan menantunya Muhamad Aksa, divonis tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkep.

Salah satu anak Baharuddin, Fitri mengatakan, dirinya sangat bahagia kedua orang tuanya bisa menghirup udara bebas.

“Alhamdulillah hari ini oangtua, kakak dan kakak ipar kami sudah bebas setelah menjalani 3 bulan penjara. Sebenarnya kami selaku pihak keluarga sangat menyayangkan penahanan orang tua kami karena merasa tidak bersalah,” ujarnya.

“Namun kami tetap bersyukur karena vonis hanya tiga bulan, setidaknya vonis lebih rendah dari tuntutan JPU yakni 5 bulan penjara. Dan semoga ada hikmah dari kejadian ini,” imbuhnya.

Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak-pihak yang selama ini telah mensuport keluarganya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang sudah mensupport kami, utamanya kepada tim pengacara kami dari LBH Makassar,” pungkasnya.

Kasus pengrusakan gembok tersebut, bermula dari sengketa tanah antara Baharudin dan Rosliman (pelapor). Dalam sengketa tersebut, Baharuddin memenangkan gugatan perdata terhadap Rosliman. Namun meski begitu, Rosliman tetap mengklaim tanah tersebut adalah miliknya. Rosliman kemudian memagari tanah tersebut dengan seng.

Merasa tanah tersebut adalah miliknya, maka Baharuddin, membongkar pagar seng yang memagari tanah tersebut. Tidak lama setelah Baharuddin membongkar seng dengan cara merusak gembok tersebut, Rosliman melaporkan Baharuddin ke Polda Sulsel dengan tuduhan melakukan pengrusakan.