Ada Listrik Tenaga Bayu, Bukti RMS Buat Peradaban Baru di Sulsel

Editor : Asri Muhammad

Online24, Sidrap – Tidak lama lagi, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap akan segera beroperasi. Jika tidak ada aral melintang, PLTB ini akan mulai beroperasi 2018 mendatang. PLTB pertama dan terbesar di Indonesia ini, merupakan karya monumental dari Bupati Sidrap, H Rusdi Masse.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasien Limpo, saat lawatannya ke lokasi proyek PLTB Sidrap, Rabu (13/9/2017), terlihat sumringah melihat secara langsung proses pemasangan turbin kincir angin, yang hanya dapat disaksikan ketika berkunjung ke luar negeri. Saat ini, progres pembangunan PLTB tersebut terus memberikan hasil yang positif.”Sidrap melahirkan ikon baru di Indonesia,” ujar SYL berdecak kagum.

PLTB Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Indonesia, berkekuatan kapasitas 70 megawatt (MW). Lokasi ‘kampung angin’ ini terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang, Kabupaten Sidrap.

“Masih dalam tahap pengerjaan. Target 2018 sudah dapat beroperasi,” kata Project Engineering Manager PT UPC Sidrap, Dadan Suhendar.

Sementara itu, Bupati Sidrap Rusdi Masse mengatakan jika proyek yang kini memasuki tahap 80 perampungan itu, digarap oleh investor asal Amerika Serikat, UPC Renewables bekerjasama dengan PT Binatek Energi Terbarukan.

“Alhamdulillah. Sebuah bukti peradaban baru lahir di Kabupaten Sidrap. Ini berkat kerjasama dan rakyat Sidrap menyatu mengawal proyek ini,” ujar RMS.

Ketua DPW NasDem ini wajar saja gembira, sebab dimasa persiapan pembangunan proyek ini, ia menghabiskan tenaga dan pikirannya untuk mengawal langsung proses persiapan hingga investor yakin seratus persen.

“Kita semua tau bagaimana kerja investor asing. Apalagi dari Amerika. Sedikit saja ada gangguan, mereka kabur. Makanya, kadang saya bermalam di sekitar lokasi untuk mengawal proyek ini,” ungkapnya.

Dan lanjut RMS, seperti itulah hasilnya, yang disaksikan langsung oleh Gubernur SYL, Sidrap menjadi ‘Kampung Angin’ terbesar di Indonesia.

Periode Agustus – Oktober tahun ini, pekerja proyek sedang merampungkan pondasi kemudian memancang menara setinggi 80 meter dengan mesin turbin Gamesa G114 2.5MW dari Spanyol, dan tiga bilah masing-masing sepanjang 56 meter. Pondasi ini harus kuat sebab akan menopang turbin yang akan berputar selama 24 jam.