Nenek Ini Pingsan Usai Pelaku Pembunuh Cucunya Divonis Rendah

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Nur alias Maknyos, yang terjadi di jalan Teuku Umar 10, divonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (13/09/2017).

Tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim, keluarga korban mengamuk di depan ruang sidang Andi Pettarani dengan menuduh Majelis Hakim menerima uang sehingga menjatuhkan vonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa yakni 15 tahun penjara.

Nenek korban, Subaedah, bahkan jatuh pingsan setelah berusaha menerobos pagar besi yang dijaga oleh petugas Pengadilan.

“Masa anak dibawa umur dibunuh divonis seperti itu, mending saya bunuh juga baru penjara ma,” teriak Subaedah.

Hal serupa juga diucapkan oleh tante korban, Siah, yang menyatakan bahwa Majelis Hakim tidak adil dalam memutus perkara ini. Ia bersama keluarga korban lainnya menginginkan pelaku divonis 20 tahun penjara

“Dikasi uang itu hakimnya, masa anakku mati dia dihukum begituji, anak satu-satunya lagi,” ujar Siah sambil menangis

Keluarga korban Muhammad Nur tidak terima, karena pelaku membunuh korbannnya dengan sadis dan tanpa sebab. Pelaku, masing – masing inisial BI (17), AK (17) AR alias Bondan (16) dan RA alias Caul (17), membunuh korban diduga dalam kondisi mabuk pada Mei 2017 lalu.

Kejadian tersebut berawal saat korban bersama kedua rekannya, berbonceng tiga dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX warna hijau untuk pergi melihat kebakaran di Jalan Korban 40 Ribu Jiwa Makassar.

Selanjutnya, saat itu teman korban PO melihat salah satu pelaku yaitu BI, membawa senjata tajam berupa pisau dan badik. Sehingga korban bersama kedua temannya, langsung melarikan diri dengan sepeda motor Kawasaki karena ketakutan melihat pelaku membawa senjata tajam.

Sayangnya, kendaraan yang digunakan ketiganya jatuh sehingga dua teman korban lari bersembunyi di rumah warga dan meninggalkan korban sendirian.

Korban, Muhammad Nur ditemukan warga setempat sudah dalam kondisi yang lemah dan penuh luka. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak sempat tertolong dan meninggal dunia.