Begal Pake Air Soft Gun, Pemuda Ini Dilumpuhkan Polisi

Editor : Lucky

Pelaku begal
Pelaku begal

Online24, Makassar – Muhamamd Faisal Nurdin alias Iccang (22) terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami luka pada kedua betisnya usai dilumpuhkan aparat kepolisian, Rabu (13/9/2017).

Iccang merupakan pelaku pencurian dan kekerasan (curas) atau biasa dikenal begal di Jalan Penjernihan, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (11/9/2017) lalu.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Dodik Susianto, mengatakan bahwa dalam beraksi, Iccang tidak sendiri. Ia ditemani oleh Muh Renaldi alias Aldi (17). Keduanya ditangkap anggota Resmob Polsek Panakkukang bersama Timsus Polda Sulsel.

“Mereka diamankan di rumahnya di Jalan Haji Kalla, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Namun saat dilakukan pengembangan, tersangka Iccang berusaha melarikan diri sehingga terpaksa harus diberikan tindakan tegas,” kata Dodik.

Tidak hanya itu, kata Dodik, dalam aksinya tersangka bahkan menggunakan senjata jenis air soft gun untuk mengancam korbannya.

Saat kejadian, korban bernama Andri Putra Astaman (25) tengah memarkir sepeda motornya di tepi jalan dan berbincang-bincang dengan rekannya bernama Sri Hardianti. Lalu tiba-tiba datang dua orang pelaku menggunakan sepeda motor dan berhenti tepat di depan korban.

Tersangka kemudian menodongkan senjata jenis air soft gun ke arah korban dan meminta secara paksa smartphone miliknya yaitu iPhone 6 dan Samsung Galaxy S7 Edge. Akibatnya, korban mengalami kerugian negara sebesar Rp 14 juta.

Dari hasil penangkapan tersangka, disita barang bukti berupa satu unit handphone iPhone 6 dan Samsung Galaxy S7 Edge milik korban, senjata jenis air soft gun yang digunakan pelaku untuk mengancam korban, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vino yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Dari informasi? yang dihimpun, aksi kedua pelaku bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali beraksi di wilayah Manggala, Panakkukang, dan Temalanrea. Saat ini kedua tersangka diamankan di Polsek Panakkukang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(*)