Warga Enrekang Ini, Hidup Di Antara Tumpukan Sampah Dan Tak Dapat Raskin

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Rumah Salah Seoarang Pemulung Di TPA Kabupaten Enrekang
Rumah Salah Seoarang Pemulung Di TPA Kabupaten Enrekang

Online24,Enrekang-Sedikitnya enam kepala keluarga berada dalam garis kemiskinan yang mendirikan gubuk disekitar Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) yang terletak di Dusun Ma’tang, Desa Karrang Kecamatan Maiwa. Kabupaten Enrekang,Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Kamaluddin ( 42 ) dan isterinya Satiah (30) yang sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di area TPA.

Demi mempertahankan hidupnya,kedua pasangan suami isteri yang memiliki enam orang anak ini, setiap harinya harus bekerja mengais sampah plastik dan kartun untuk dijual. Mereka tak punya pekerjaan lain,dan  tak punya pilihan lain untuk mempertahankan hidupnya.

Kamaluddin menuturkan ia mendapatkan sampah dari sopir pengangkut sampah yang kemudian bersama isteri dan anaknya sampah itu disortir. Setelah dijual Kamaluddin hanya mendapat upah 500 rupiah perkilo dari sopir tersebut.

” Jadi kalau dihitung – hitung saya bersama isteri dan anak – anak bisa dapat upah 180 ribu per minggu” Kata Kamaluddin.Senin (18/09/2017).

Kondisi kehidupan itu diperparah dengan tempat tinggalnya yang hanya 2×3 meter dan dihuni oleh 8 jiwa. Meski hidup dibawah garus kemiskinan, namun selama bekerja sebagai pemulung Dinas Kesehatan tak pernah berkunjung untuk memberikan edukasi tentang kesehatan.

Kamaluddin juga mengatakan dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan raskin dari Pemerintah,selain tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), anak – anak mereka juga tidak miliki Kartu Indonesia Pintar.

” Saya tidak pernah terima raskin bu, saya juga tidak punya kartu BPJS. Jadi kalau saya atau keluarga saya sakit saya harus bayar” Kata Kamaluddin dari balik telefon.