Dinkes Pangkep Antisipasi Peredaran PCC di Apotek dan Toko Obat

Editor : ifan Ahmad

Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC)
Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC)

Online24, Pangkep – Maraknya kasus peredaran obat terlarang saat ini, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Baru-baru ini terjadi kasus peredaran obat jenis PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) hingga menyebabkan 2 korban meninggal, dan 68 lainnya terpaksa harus di rawat di Rumah Sakit Jiwa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Peristiwa itu membuat Pemkab Pangkep berhati-hati. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep bahkan langsung melakukan pencegahan dengan cara melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko obat dan apotek yang berada di Kabupaten Pangkep.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Indriani Latief, mengatakan sementara ini pihaknya masih mencari obat terlarang yang di jual secara ilegal, apabila terbukti ada toko yang menjual obat terlarang tersebut, dirinya akan mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan BPOM Provinsi Sulsel.

“Apabila ada toko obat yang menjual secara ilegal dan tanpa resep dokter, akan kita tegur, dan kita koordinasikan dengan BPOM Provinsi. Bahkan bisa jadi ijin menjualnya akan dicabut,” ujarnya, Senin (18/9/2017).

Sementara itu, Kasi Farmasi dan POM Dinas Kesehatan Pangkep, Rahbiati, mengatakan pemantauan obat di sejumlah apotek dan toko obat di Pangkep ini hanya untuk memastikan legalitas obat.

“Tramadol, Somadril, atau obat anti depresi. Di apotik resmi tidak masalah, dengan catatan harus dengan resep dokter. Namun fungsi kita di Kabupaten hanya koordinasi, apabila didapati, yang eksekusi BPOM Provinsi,” ungkap Rahbiati.

Ditambahkan Rahbiati, transaksi obat tersebut bisa dilarang, apabila dilakukan tanpa resep dokter, dan apalagi dilakukan secara ilegal.

“Kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan,” tutupnya. (*)