Pasutri di Makassar Akui Sudah Empat Bulan Edarkan Pil PCC

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Bisnis obat tidak layak edar yang digeluti sepasang suami? istri, Sandi alias Andi (34) dan Supiani alias Ani (33), di Makassar ternyata sudah berlangsung sejak empat bulan lamanya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi, saat menggelar rilis di Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa (19/9/2017) siang.

“Mereka sudah empat bulan bekerja menjual obat tersebut, pembelinya juga beda-beda usia,” singkat Endi.

Meski Begitu, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail dimana dan bagaimana tersangka mendapatkan obat-obatan tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan dimana mereka mendapatkan PCC ini. Kita juga masih mendalami apakah ada keterkaitan dengan kasus yang diungkap oleh BPOM Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu atau tidak,” jelas Endi.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini pun mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak sekali-kali mengonsumsi pil PCC yang ijin edarnya sudah dicabut sejak 2013 lalu.

“PCC kalau di konsumsi ini kan bahaya karena diluar daerah, sudah banyak yang menjadi korban,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan tersebut dibekuk Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar setelah mendapati dua orang yang membeli obat tersebut.

Keduanya kemudian diamankan di rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (18/9/2017) malam kemarin.

Dari beberapa tangkapan obat ‘G’ tersebut, sebanyak 130 butir adalah jenis Somadril Compositum atau PCC. Sementara, beberapa tangkapan lainnya adalah 1297 obat ‘G’ jenis tramadol, 756 butir jenis THD, dan 722 jenis Heximer/Trihexyphenidyl 2 mg

Saat ini, kedua tersangka diamankan di Polrestabes Makassar untuk penyidikan lebih lanjut.