Edarkan Pil PCC, Pasutri di Makassar Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Editor : Lucky
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi

Online24, Makassar – Pasca dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, sepasang suami istri, Sandi alias Andi (34) dan Supiani alias Ani (33), terancam menjalani hidupnya di balik bui selama 15 tahun.

Bagaimana tidak, keduanya terbukti melanggar UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, sebab menjual secara bebas obat-obatan yang sudah tidak layak edar.

“Pasal yang ditersangkakan oleh keduanya adalah Pasal 196 Sub 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi, saat menggelar rilis di Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa (19/9/2017).

Dari hasil pengakuan tersangka, kata Endi, bisnis penjualan obat-obatan tersebut sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan adanya indikasi bisnis haram lainnya seperti penjualan narkoba yang diduga dilakukan tersangka

“Kita belum tau apakah mereka ini jual narkoba juga atau tidak, kita masih dalami. Kita juga belum tahu dimana tersangka ini mendapatkan PCC, yang jelas obat ini di jual secara bebas oleh keduanya,” lanjutnya.

Endi menjelaskan bisnis haram tersebut terbongkar setelah dua pembeli tersangka diamankan polisi, dari hasil kedua saksi mereka mengaku jika obat tersebut dibeli di salah satu rumah yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Tepat pukul 21.00 wita, Senin (18/9/2017) kemarin, pasangan suami istri tersebut diciduk di rumahnya dan langsung digelandang ke Polrestabes Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari beberapa tangkapan obat “G” tersebut, sebanyak 130 butir adalah jenis Somadril Compositum atau PCC. Sementara, beberapa tangkapan lainnya adalah 1297 obat ‘G’ jenis tramadol, 756 butir jenis THD, dan 722 jenis Heximer/Trihexyphenidyl 2 mg.(*)