Kejati Terima SPDP Kasus Dugaan Korupsi Pegadaan Pipa PVC

Reporter :
Editor : Lucky
Kasipenkum Kejati, Salahuddin (foto: Ubay)
Kasipenkum Kejati, Salahuddin (foto: Ubay)

Online24, Makassar – Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan korupsi dana pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel telah diterima oleh Kejati Sulsel.

“Beberapa waktu lalu kita sudah termasuk SPDD dari penyidik Polda Sulsel,” ujar Kasipenkum Kejati, Salahuddin, Kamis (21/9/2017).

Salahuddin mengatakan, SPDP tesebut berisi penetapan tujuh orang tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami sudah dua kali menerima SPDP. Yang pertama SPDP terkait dimulainya penyidikan dan yang kedua terkait penetapan tujuh orang tersangka,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam  SPDP tersebut ada nama tujuh orang tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Polda Sulsel.

Ketujuh tersanga yaitu Kaharuddin selaku KPA Kasatker SPAM, Ferry Nasir MR selaku PPK, dan Mukhtar Kadir selaku PPK. Juga Andi Kemal selaku pejabat pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM, dan Muhammad Aras selaku Koordinator Penyedia.

“Berkasnya saat ini masih diteliti oleh jaksa peneliti.¬†Sekarang kita tinggal menunggu penyerahan berkas tahap satu dari penyidik,” pungkasnya.

Kasus ini berawal dari proyek pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel. Namun dalam pelaksanaannya diduga proyek yang menelan APBN sebesar Rp 3,7 miliar tidak dikerjakan sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).

Rencananya, pemasangan pipa PVC ini akan dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Sulsel.

Dalam kasus tesebut, ditemukan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebesar Rp 2,4 miliar.(*)