Kasus Garam Tak Beryodium, Pemilik Gudang Sudah Satu Tahun Menjual Di Enrekang

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Kepolisan Polres Enrekang Saat Memasang Garis Polisi Di Gudang Garam Tak Beryodium, Belum Lama Ini.
Kepolisan Polres Enrekang Saat Memasang Garis Polisi Di Gudang Garam Tak Beryodium, Belum Lama Ini.

Online24,Enrekang – Terkait kasus penemuan 20 ton garam konsumsi yang tidak ber Yodium digudang milik Yusuf Kotjang Polisi telah menetapkan satu orang tersangka yakni ZDJ. Yusuf Kotjang sendiri mengaku  Sudah 20 tahun menjadi pedagang garam. Namun baru setahun lalu dia mengambil garam dari kabupaten Takalar.

Sebelumnya  ia membeli garam dikabupaten Sidrap, namun karena harganya lebih mahal, iapun membeli dikabupaten takalar, di sidrap kata dia harga garam Rp.140 ribu perkarung dengan isi 50 bungkus. Sementara di Takalar Rp.90 ribu perkarung,  jika dikemas bisa mencapai 70 bungkus. Yusuf menyadari jika garam yang dia beli dari Takalar itu hanya diperuntukkan untuk minuman ternak sapi.

” Dulu saya ambil garam di Rappang, tapi satu tahun ini saya dibawakan orang dari Takalar. Katanya garam untuk kasi minum sapi dan harganya murah” Kata Yusuf, Jum`at (22/09/2017).

Yusuf juga mengaku memperoleh kemasan dari ZDJ sebagai pemasok garam. Yusuf hanya tinggal memasukkan garam tersebut kedalam kemasan, mengenai kandungan Yodiumnya Yusuf berdalih kurang paham.

Akibat perbuatannya yang merugikan konsumen, Polisi menutup dan memberi garis polisi pada gudang milik Yusuf. Bahkan Satgas Pangan akan turun kelapangan untuk menarik garam yang tidak memgandung zat yodium ini dipasaran.