Naik Satu Peringkat di Popnas XIV Semarang, Sulsel Soroti Kinerja Wasit

Reporter :
Editor : Lucky
Ketua Kontingan Sulsel, Herry Sumiharto (kiri) memberikan keterangan mengenai hasil yang dicapai Kontingen Sulsel pada Popnas 2017 saat konferensi pers di bilangan Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (22/9/2017).
Ketua Kontingan Sulsel, Herry Sumiharto (kiri) memberikan keterangan mengenai hasil yang dicapai Kontingen Sulsel pada Popnas 2017 saat konferensi pers di bilangan Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (22/9/2017).

Online24, Makassar – Kontingen Sulsel meraih peringkat 11 pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV Semarang yang dihelat mulai 12-21 September 2017. Raihan ini meningkat satu strep dari pagelaran Popnas edisi 2015 di Jawa Barat.

Kontingen Sulsel pulang dengan catatan empat emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Namun, raihan medali ini menurun dari pagelaran sebelumnya yakni 5 emas, 9 perak, dan 12 perunggu.

Ketua Kontingen Sulsel di Popnas 2017, Herry Sumiharto mengatakan, cukup puas atas perolehan tersebut. Namun, dirinya menyayangkan sejumlah faktor non teknis yang mewarnai pelaksanaan Popnas di Semarang.

“Saya menganggap anak-anak sudah berusaha sekeras mungkin. Hanya saja tidak bisa dipungkiri ada saja faktor non teknis,” ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (22/9/2017) siang.

Dijelaskan Herry, beberapa cabor yang menjadi unggulan Sulsel meraup emas seperti karate, pencak silat, hingga tinju gagal memenuhi target karena keputusan wasit yang dinilai berat sebelah.

“Karate saja enam yang masuk final, tapi hanya satu yang menghasilkan emas. Kalau tinju satu masuk partai final dan dua partai semifinal. Tapi semua gagal meraih emas. Sejak awal saya sudah prediksi akan seperti ini, kan pengalaman di Popnas sebelumnya. Sehingga kita datang hanya modal semangat saja,” jelasnya.

“Tapi yang perlu kami garis bawahi, kita tidak terlalu senang juga tidak terlalu kecewa. Tapi satu yang kita syukuri kita ada peningkatan peringkat,” sambungnya.

Selain itu, kata Herry yang juga Kepala Bidang Pembudayaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, jika dibandingkan dengan kontingen lain asal Pulau Jawa, Sulsel memang terbilang singkat mempersiapkan atletnya.

“Popnas gambaran PON. Walaupun atlet yang kita bawa sudah teraeleksi. Jika dibandingkan dengan di Jawa, mereka tiga bulan sudah TC. Kita modal semangat saja, tapi bukan berarti yang kita bawa asalan karena mereka diseleksi,” tambahnya.

Adapun kontingen yang menjadi jawara pada ajang tersebut, yakni Jawa Barat dengan perolehan medali 58 emas, 45 perak, dan 54 perunggu. Untuk posisi dua, yakni DKI Jakarta dengan 56 emas, 44 perak, 43 perunggu. Untuk posisi tiga, ada Jawa Tengah dengan 40 emas, 39 perak, dan 55 perunggu.(*)