Bulog Akan Pertemukan Petani dan Pengusaha Penggilingan Padi di Polres Pinrang

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Pinrang – Penyerapan beras petani ke Bulog, belum maksimal setelah panen periode Maret – September. Hingga Rabu (27/09/2017) kemarin, baru 36 ribu ton beras milik petani Pinrang yang masuk ke Bulog. Padahal potensinya besar, yang masuk dan dibeli oleh pemerintah bisa mencapai 62 ribu ton.

Kepala Kantor Seksi Logistik Pinrang, Sub Divisi Regional Parepare Arwan Taufik mengatakan, petani Pinrang masih lebih banyak menjual gabah hasil panennya di penggilingan liar dan diluar kabupaten, karena harga eceran untuk gabahnya lebih besar, ketimbang pabrik di Pinrang.

“Karena gabah kita banyak keluar, otomatis kami juga akan kesulitan mendapat beras penggilingan di Pinrang. Apalagi mereka yang beli harga gabah cukup besar, pasti menjualnya juga agak mahal,” kata Arwan, Kamis (28/9/2017).

Untuk itu, pihaknya berencana mengundang beberapa kelompok tani dan pengusaha penggilingan padi, untuk  menggelar pertemuan di Polres Pinrang dan membahas masalah tersebut.

Arwan mengaku, saat ini beberapa daerah lain serapan beras petani sudah mencapai 70 persen. Sementara Pinrang masih 60 persen, padahal daerah ini menjadi salah satu lumbung Bulog.