Jaringan 4G LTE Rambah Daerah, Nonton Live Streaming Lancar

Reporter :
Editor : Lucky

Kepala Bidang Damkar, Jemmy Harun, bersama para pegawai lainnya antusias menyaksikan final Liga 3 antara Sidrap United vs Perspin Pinrang melalui tangan live streaming
Kepala Bidang Damkar, Jemmy Harun, bersama para pegawai lainnya antusias menyaksikan final Liga 3 antara Sidrap United vs Perspin Pinrang melalui tangan live streaming

Online24, Makassar – Suasana di kantor Dinas Satpol PP-Damkar Kabupaten Sidrap, Kamis (7/9/2017) sore, berubah jadi ramai. Beberapa kali, sejumlah pegawai, termasuk Kepala Bidang Damkar, Jemmy Harun, bersorak sambil mata tetap terpaku pada layar smartphone.

Ada apa? Rupanya mereka sedang menyaksikan final Liga 3 Zona Sulawesi Selatan antara Sidrap United melawan Perspin Pinrang melalui ponsel yang disiarkan secara live streaming oleh Online24 TV.

Laga final Liga 3 Zona Sulawesi Selatan digelar di Lapangan Karebosi Makassar. Sidrap United lolos ke laga puncak setelah mengalahkan Gaspa Palopo di babak semifinal. Sedangkan Perspin Pinrang lolos usai menekuk Persiba Bulukumba.

Dengan teknologi canggih, warga Sidrap akhirnya bisa menyaksikan laga yang dilakoni anak asuh Sjafril Usman itu.

Nampak Kepala Bidang Damkar, Jemmy Harun, bersama para pegawai lainnya antusias menyaksikan laga tersebut sekaligus memberikan dukungan untuk tim kebanggaan mereka, Sidrap United.

Ya, keinginan warga Kabupaten Sidrap untuk menyaksikan tim sepakbola kembanggaan Sidrap United akhirnya terobati. Meski tak sempat menonton langsung di Lapangan Karebosi Makassar, warga Sidrap dapat menyaksikan pertandingan Sidrap United melalui live streaming.

“Kami tidak bisa ke Makassar untuk melihat dan mendukung tim Sidrap United berlaga karena sedang kerja. Kami bersyukur ada live streaming seperti ini, sehingga bisa menyaksikan tim kebanggaan Sidrap United,” kata Jemmy.

“Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan kami untuk Sidrap United. Semoga Sidrap United bisa lolos masuk di Liga 2,” pungkasnya

Jemmy mengaku siaran live streaming yang mereka saksikan sangat lancar karena menggunakan jaringan 4G Telkomsel.

“Kalau di Sidrap, hanya jaringan Telkomsel yang bagus, sudah 4G. Nonton video seperti live streaming begini lancar. Hanya sesekali saja tersendat, tapi secara total bagus sekali. Kita yang nonton jadi nyaman,” ucapnya.

Bukan hanya Jemmy dan pegawai di kantor Dinas Satpol PP-Damkar Kabupaten Sidrap yang antusias menyaksikan laga Sidrap United tersebut, warga Sidrap lainnya pun tidak ingin ketinggalan melihat aksi aksi anak asuh Sjahfril tersebut.

“Saya tidak sempat ke Makassar nonton langsung. Untungnya ada Live streaming, jadi kami pecinta Sidrap United bisa menyaksikan langsung jalannya pertandingan,” ujar seorang warga bernama Adi.

“Semoga Sidrap United bisa lolos dan terus menjadi juara. Sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Sidrap, tidak hanya di tingkat provinsi namun juga ditingkat nasional ke depan,” tambahnya.

Warga Sidrap antusias menyaksikan laga Liga 3 Zona 3 melalui live streaming

Keseruan yang sama pun dirasakan warga Pinrang. Mereka pun seketika “berhenti” dari aktivitas dan memfokuskan pada layar smartphone untuk mendukung tim kebanggaan mereka, Perspin Pinrang.

Seperti terlihat di kantor Bagian Humas Sekretariat Pemda Pinrang. Kepala Bagian Humas Kabupaten Pinrang, Mursen, mengaku kecanggihan teknologi saat ini memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan digitalisasi, termasuk kebutuhan memberikan dukungan kepada tim Perspin Pinrang.

Di sela-sela kesibukannya sebagai kepala bagian Humas, ia juga dapat menyaksikan laga klub sepakbola kebanggaan masyarakat Pinrang melalui live streaming.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Pinrang, Mursen, nonton laga final Liga 3 Zona Sulsel lewat live streaming

”Live streaming ini merupakan terobosan yang sangat bagus, seperti live streaming antara Perspin vs Sidrap United, pencinta bola di Pinrang yang tidak sempat ke Makassar bisa menonton langsung pertandingan ini,” katanya.

“Saya kira dalam pertandingan, kalah menang sudah biasa yang penting tetap sportif dan fair play serta tetap menjaga agar tidak tercederai oleh hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya perkelahian,” katanya.

Mursen mengaku tidak khawatir ketinggalan menyaksikan laga itu karena jaringan Telkomsel yang ia pakai sudah 4G. Sehingga video yang ditayangkan tidak mengalami kendala, bahkan lancar.

Hal ini pun diakui warga Pinrang lainnya, Junaedy. Menurutnya, meski jauh dari Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulsel, jaringan Telkomsel di Pinrang sudah lancar. Sehingga untuk kebutuhan komunikasi maupun dalam pekerjaannya yang memang mengandalkan jaringan internet, ia mempercayakan pada Telkomsel.

“Bagusan Telkomsel. Tidak hanya di kota, jaringan Telkomsel juga bagus sampai ke desa-desa, termasuk di pinggir pantai,” ucap Junaedy.

Pada laga final itu, Sidrap United berhasil menundukkan perlawanan Perspin Pinrang dengan skor 2-1.

Laskar Ganggawa berhasil menjebol gawang Perspin lebih dulu di menit ke-12. Berawal dari skema tendangan sudut, Akbar yang menunggu di kotak penalti berhasil menyundul bola dan bersarang ke gawang Reski Ismail.

Perspin hanya butuh 7 menit untuk menyamakan kedudukan. Dari skema yang sama yakni dari sepak pojok. Umpan kiriman Teo Al Farizi dari sisi kanan, mampu disundul Hari Saputra dan merubah skor menjadi 1-1.

Memasuki babak kedua, pola permainan keras mewarnai jalannnya laga. Sejumlah peluang juga tercipta bagi kedua tim. Namun tidak ada gol tambahan, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke ekstra time.

Saat pemenang laga sepertinya akan ditentukan melalui adu penalti. Mizwar membuat gol indah di menit 112. Menerima bola di depan kotak penalti, Mizwar melepas sepakan yang meluncur deras dan tak mampu dibendung kiper Reski Ismail.

Meski sempat diwarnai permainan keras dan membuat laga dihentikan, namun tidak mengubah jalannya laga. Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 2-1 untuk kemenangan Sidrap United tidak berubah.

Hasil ini mengantarkan Sidrap United besutan Sjafril Usman berhak melaju ke 32 besar putaran nasional Liga 3 yang akan dihelat akhir September 2017 ini.

Sementara itu, media Online24 TV memang memiliki program live streaming untuk menyiarkan secara langsung suatu kegiatan. Selain event olahraga, live streaming juga dilakukan untuk kegiatan politik dan lainnya.

Penanggung jawab live streaming, Asri, mengatakan bahwa program ini dilakukan sehingga masyarakat bisa merasakan berada di event yang digelar.

“Seperti live streaming sepakbola, pendukung tim Sidrap United misalnya yang tidak bisa datang ke Makassar, tetap bisa merasakan sensasi berada di pinggir lapangan melalui live streaming,” katanya.

“Sebelum laga semifinal dan final, kami juga sudah menggelar live streaming babak delapan besar di Pangkep,” ucap Asri.

Asri mengatakan bahwa selain perangkat yang lengkap, hal yang utama dalam melakukan live streaming adalah kepastian jaringan yang mumpuni. Karena, untuk menyiarkan laga atau kegiatan, jika jaringan tidak bagus, maka sia-sia.

“Kami mengandalkan Telkomsel.Live streaming dari Pangkep bisa lancar jaya karena mengandalkan jaringan 4G Telkomsel,” tuturnya.

Jaringan 4G Sampai ke Pelosok

Pelanggan Telkomsel di Regional Sulawesi kini sudah bisa menikmati layanan jaringan teknologi 4G. Pasalnya, sejak 6 November 2016 lalu, Telkomsel telah meng-cover seluruh ibukota kabupaten/kota di Sulawesi sudah menggelar 4G LTE. Jaringan 4G inilah yang dinikmati masyarakat di daerah-daerah sehingga bisa menonton video dan live streaming dengan lancar.

Sebanyak 91 kabupaten/kota seluruh Sulawesi dan Maluku Utara sudah menikmati jaringan LTE. Jaringan 4G ini didukung dengan lebih dari 1.093 BTS LTE.

Dengan adanya jaringan 4G LTE menyebabkan tidak ada perbedaan digitalisasi antara perdesaan dan perkotaan. Jadi, perkembangan digital kini tidak hanya dinikmati masyarakat di ibukota provinsi tapi juga ke daerah-daerah, bahkan pelosok.

Hal ini sesuai dengan upaya pemerintah memeratakan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia. Karena itu pula, Telkomsel terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan hingga ke pelosok, termasuk di wilayah-wilayah berpenduduk yang belum memperoleh akses telekomunikasi.

Tahun 2017 ini, Telkomsel akan membangun sebanyak 63 Base Transceiver Stations (BTS) di lokasi-lokasi pelosok melalui program Merah Putih. Sebanyak 63 BTS Merah Putih yang akan digelar Telkomsel pada tahun ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti di NTT (16 BTS), NTB (7 BTS), Maluku (11 BTS), Sulawesi (21 BTS), Papua (5 BTS), dan Kepri (3 BTS).

Hadirnya 63 BTS baru di lokasi-lokasi tersebut diharapkan akan mampu melayani kebutuhan komunikasi dari sekitar 120.000 warga masyarakat yang sebelumnya memiliki kesulitan dalam mengakses layanan telekomunikasi.

Adapun sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2008, proyek Telkomsel Merah Putih telah berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia, yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas.

“Sejak awal beroperasi 22 tahun yang lalu, Telkomsel memiliki visi untuk menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia, sehingga masyarakat bisa saling terhubung kapan pun dan di mana pun,” Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, dalam rilisnya beberapa waktu lalu

“Komitmen ini terus kami pertahankan hingga saat ini, dimana kami konsisten membangun daerah-daerah pelosok agar tidak terisolasi dari sisi telekomunikasi,” tambahnya.

Ririek menambahkan, saat ini telekomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota besar namun juga hingga ke pelosok.

“Untuk itu kami pun terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan seluler yang kami hadirkan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat di pelosok yang dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

“Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong perubahan yang lebih baik di berbagai sektor di wilayah terkait,” tambahnya.

Melalui program Merah Putih, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system yang dinamakan Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) yang berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system.

Teknologi ini merupakan solusi layanan komunikasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan kondisi geografis yang sangat ekstrim, seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia.

Dengan diimplementasikannya teknologi ini, pelanggan dapat menikmati layanan suara, SMS, dan data dengan kualitas yang memadai.(*)