Pelatihan Bela Negara Wujud Pribadi Cinta Tanah Air

Editor : Endhy
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan. MM berbincang bincang dengan peserta kader bela negara di Rindam Iskandar Muda, 28/9/2017. Foto: Humas Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan. MM berbincang bincang dengan peserta kader bela negara di Rindam Iskandar Muda, 28/9/2017. Foto: Humas Aceh

Online24, Aceh Besar – Bela negara dapat diwujudkan melalui penguatan karakter diri dalam berkepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air. Karena itu semangat bela negara jangan diartikan sebagai gerakan wajib militer atau militerisasi, akan tetap lebih kepada upaya membangun sikap anak negeri untuk menyadari hak dan kewajibannya bagi negara.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM,  saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada upacara Pelatihan Pembentukan Kader Bela Negara bagi masyarakat Aceh di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan RIyang dipusatkan di Lapangan Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Kamis (28/9/2017).

“Apapun profesi yang digeluti, bela negara adalah kewajiban yang harus kita junjung demi tegaknya marwah dan kelangsungan hidup bangsa.Makna Bela Negara sangat luas. Para guru, tenaga kesehatan, dan profesi lain yang menjalankan perannya di daerah terpencil, juga bisa dikatakan sedang melakukan bela negara,” ujar Dermawan, dikutip dari situs Kemendagri.

Selain itu, sambung Sekda, para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa, bisa pula dikategorikan sebagai bela negara. Termasuk mereka yang aktif menjaga kelestarian budaya, peduli pada lingkungan, aktif mencegah penyalahgunaan narkoba, gerakan melawan kejahatan, dan juga para pejabat negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab, semua itu adalah bagian dari bela negara.

Oleh karena itu, Sekda mengajak semua pihak untuk memahami dan tidak mengartikan bela negara secara sempit. Untuk itu, Dermawan mengajak semua pihak untuk mensosialisasikan pemahaman ini secara lebih masif agar semangat bela negara menjadi spirit bagi setiap rakyat Indonesia.

Lebih lanjut Sekda mengingatkan, bahwa untuk terlibat aktif dalam bela negara tentu membutuhkan jasmani yang sehat, fisik yang kuat, serta semangat perjuangan yang tinggi. Oleh sebab itu latihan fisik dan mental selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semangat bela negara.

“Latihan fisik dan mental sangat dibutuhkan, selain untuk membentuk jasmani yang sehat dan disiplin yang tinggi, juga untuk mendidik kita agar memiliki semangat pantang menyerah. Spirit itulah yang akan diajarkan kepada saudara-saudari mulai hari ini. Dengan memahami spirit itu, saudara diharapkan dapat lebih memaknai semangat nasionalisme dan bela negara,” kata Sekda.

Sekda berharap,pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman untuk memperkuat semangat saudara-saudari agar lebih cinta kepada bangsa dan negara, sehingga dengan segenap jiwa raga siap menjalankan misi bela negara dari berbagai potensi yang mengusik kedaulatan bangsa.

Bela Negara dan Semangat Cinta Tanah Air

Untuk diketahui bersama, semangat bela negaradiatur dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Bela negaramerupakan sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap kesatuan dan persatuan bangsa di bawah NKRI.

“Kita harus menyadari, bahwa kemajuan teknologi yang kian pesat, diperkuat lagi semarak globalisasi di berbagai sektor kehidupan berpotensi menghadirkan ancaman terhadap kedaulatan bangsa. Hal itu dapat kita lihat dari rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat, tingginya angka pelanggaran hukum dan kurang pekanya kita terhadap lingkungan,” imbuh Sekda.

Menurut Dermawan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap semangat berbangsa memudahkan masuknya berbagai ideologi sesat yang merusak moral anak bangsa. Situasi itu membuat paham-paham yang bertentangan dengan nasionalisme Indonesia kian berkembang, termasuk potensi bahaya laten komunis.

“Kita katakan sebagai bahaya laten, sebab sesungguhnya paham-paham ini masih ada di masyarakat kita, hanya saja mereka tidak berani hadir secara langsung ke permukaan. Mereka sedang menunggu momen yang tepat untuk bangkit kembali,” ungkap Dermawan.

Sekda menambahkan, saat masyarakat tidak mau lagi peduli dengan kesadaran berbangsa dan bertanah air, ketika spirit bela negara menjadi lemah, itulah saatnya ideologi sesat akan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk mengantisipasi hal ini, penguatan semangat bela negara perlu kita tingkatkan kembali. Saya berharap,kehadiran organisasi Gerakan Bela Negara di Aceh dapat mensosialisasikan semangat ini kepada seluruh masyarakat, sehingga ancaman ideologi yang bertentangan dengan semangat NKRI dapat kita singkirkan.”

“Mudah-mudahan kita dapat meningkatkan spirit bela Negara dalam konteks mempertahankan tegaknya ideologi Pancasila di bumi Ibu Pertiwi ini. Apresiasi dan terima kasihkami sampaikan kepada Kementerian Pertahanan RI yang telah mengadakan pelatihan bela negara ini di Aceh. Dan kepada adik-adik kami yang mengikuti pelatihan bela negara ini, saya mengucapkan selamat mengikuti pelatihan,” pungkas Sekretaris Daerah Aceh.

Tepat pukul 09:00 Wib, Sekda Aceh membuka secara resmi Pelatihan Pembentukan kader Bela Negara. Kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada salah seorang peserta.

Usai upacara pembukaan, salah seorang peserta menyatakan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena sangat baik untuk menumbuhka semangat berbangsa kepada seluruh masyarakat.

“Saya sangat menyambut baik pelatihan bela negara ini, karena sebagai ibu rumah tangga, kami butuh modal pengetahuan untuk mendidik anak-anak dan lingkungan sekitar kami. Dan, dalam pelatihan initentu kami akan mendapatkan berbagai modal materi yang nantinya akan kami sampaikan juga ke anak-anak dan lingkungan sekitar kami,” ujarnya.