Talkshow G30S/PKI, Zakir Sabara: Waspada Ideologi Komunis Melalui Medsos

Reporter :
Editor : Lucky

Talkshow G30S PKI yang digelar FTI UMI
Talkshow G30S PKI yang digelar FTI UMI

Online24, Makassar – Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar talkshow G30S/PKI di halaman kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (30/9/2017). Talkshow ini disertai penandatangan tugu NKRI oleh Dekan FTI UMI, Zakir Sabara, dan Dandim 1408 BS/Makassar, Letkol Kav Otto Sollu.

Dekan FTI UMI, Zakir Sabara, dalam sambutannya mengatakan bahwa talkshow dan pemutaran film ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membagi ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa khususnya pemuda terkait sejarah G30S/PKI yang sebenarnya.

“Kegiatan ini untuk membagi ilmu dan mengulas sejarah terkait Gerakan 30 September yang terjadi pada tahun 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dimana pemberontakan terjadi di mana-mana. Dan penting untuk pemuda ketahui,” ucapnya.

Selain itu, Zakir Sabara juga menambahkan bahwa pemutaran film ini sangat penting diketahui mahasiswa seiring maraknya pergerakan Partai Komunis Indonesia saat ini melalui media sosial (medsos).

“Di jaman sosmed saat ini, doktrin lebih gampang masuk ke kalangan pemuda yang lebih dominan mendapatkan informasi. Baik buruknya suatu informasi itu tergantung kecerdasan kita sebagai pengguna sosmed,” katanya.

Lebih jauh, Zakir Sabara mengatakan bahwa perkembangan ideologi PKI ini lebih berbahaya di media sosial karena mampu melahirkan pemikiran baru tentang ideologi Komunis.

“Karena di dalam sosmed itulah yang membuat kita terpecah dengan menampilkan postingan pro-kontra terkait PKI. Sehingga, walaupun partainya sudah hilang tapi ideologinya pasti masih ada,” ungkapnya.

Selain itu, kata Zakir, ideologi Indonesia hanya Pancasila. Ada alasan sehingga, ideologi PKI kembali bermunculan dan berkembang dengan cepat. Itu karena ada seseorang yang hanya ingin pertumbuhan ekonomi dan keamanan negara kita tidak tumbuh dengan baik. Karena, iri ketika kita bersatu dan membuat masyarakat kita lebih cerdas.

Sementara, Dandim 1408 BS/Makassar, Letkol Kav Otto Sollu, yang datang sebagai pembicara pada acara talkshow dan pemutaran film mengatakan bahwa partai komunis tidak memiliki ideologi yang jelas.

“Komunis itu adalah ideologi yang hanya taunya melakukan intimidasi, membunuh, dan tidak beragama. Hal tersebut terbukti saat itu, mereka membunuh para kiyai dan ustadz sesaat selesai shalat subuh,” ungkapnya.(*)