Oknum Penyidik Polda Diduga ‘Bebaskan’ Alex, Ini Kata Pengamat

Editor : Asri Muhammad
Tersangka Alexander, pemilik gudang obat daftar G, saat diamankan beberapa waktu lalu
Tersangka Alexander, pemilik gudang obat daftar G, saat diamankan beberapa waktu lalu

Online24, Makassar – Kasus Alexander Suria alias Alex (56), pemilik gudang obat ‘G’ di Makassar Sulawesi Selatan, menyita banyak perhatian publik.

Baca Juga : Oknum Penyidik Polda Sulsel Diduga ‘Bermain’ Tangani Kasus Alex

Pasalnya, setelah perampungan berkas P21 beberapa waktu lalu, penyidik tak kunjung melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

Baca Juga : Kasus Alex Pemilik Gudang Obat G di Makassar, Polda dan Kejati Diminta Terbuka

Bahkan belakangan diketahui, lambannya Polda Sulsel mengirim Alex ke Kejaksaan lantaran adanya oknum penyidik yang diduga ‘main mata’.

Baca Juga : Alexander, Pemasok Terbesar Obat ‘G’ di Makassar Dikabarkan Bebas?

Hal tersebut disampaikan Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Eka Yudha Satriawan, beberapa waktu lalu. Sebab, Eka sudah menandatangani berkas pelimpahan tersangka dan barang bukti untuk kemudian dikirim ke Kejaksaan, tapi oleh penyidik tidak dilakukan.

Tidak hanya itu, santer terdengar Polda Sulsel juga diduga melakukan penangguhan tahanan terhadap tersangka Alex. Namun, itu kembali dibantah oleh Polda Sulsel.

Baca Juga : Rencana Polda Kirim Alex ke Kejaksaan, Salahuddin: Jadi Kemarin Tersangka Masih di Polda Kan?

“Tidak ada penangguhan tahanan (Alex) yang terbit, itu tanpa sepengatahuan saya. Yang ada cuma penandatanganan pelimpahan tersangka dan barang bukti. Ada anggota saya yang bermain (penyidik narkoba),” kata Eka.

Baca Juga : Kejati Bantah Terima Tahap Dua Berkas Kasus Pemilik Gudang Obat Daftar G

Untuk itu, Pakar Hukum Universitas Bosowa Prof Marwan Mas, meminta agar oknum penyidik secara tegas memproses oknum penyidik yang main mata.

“Kalau ada buktinya, harus diproses itu dan dibawa ke pengadilan karena boleh jadi menerima sesuatu sehingga melepaskannya. Bukan hanya sidang kode etik Polri,” kata Marwan.

Rencananya, penyidik baru akan menyerahkan tersangka ke Kejaksaan besok (Senin).