Peredaran PCC Marak, Buwas Minta Pihak Terkait Perketat Pengawasan Apotik

Editor : ifan Ahmad
Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs. Budi Waseso
Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs. Budi Waseso

Online24, Makassar – Pil PCC hingga saat ini masih menyita banyak perhatian publik. Sebab akibat menelan pil tersebut, seseorang bisa saja bertingkah selayaknya zombie diluar nalar manusia.

Seperti yang terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa hari lalu, publik dihebohkan dengan banyaknya remaja yang dilarikan ke rumah sakit usai menelan pil tersebut.

Tidak hanya itu, dua hari pasca insiden di Kendari, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan, juga menemukan PBF resmi yang mengedarkan pil PCC, di Jalan Korban 40000 Jiwa, Makassar, Sulawesi Selatan.

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, juga pernah mengamankan sepasang suami istri yang diduga mengedarkan PCC. Keduanya diamankan di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Menanggapi maraknya peredaran pil PCC, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Budi Waseso menegaskan agar pengawasan di apotik semakin diperketat.

“Peredarannya ini harus betul-betul diawasi, seperti peredaran di apotik itu itu harus betul-betul dikendalikan dan pembeliannya harus melalui resep dokter agar tidak terjadi penyalahgunaan,” kata Budi atau akrab disapa Buwas usai menghadiri acara Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (2/10/2017).

Tidak hanya itu, kata Buwas, untuk meminimalisir maraknya peredaran pil PCC harus dilaksanakan koordinasi baik BPOM, Kementerian Kesehatan maupun Kementrian Perindustrian. Sebab, pil PCC tidak masuk dalam ranah narkotika sehingga bukan wewenang BNN melainkan BPOM.

Namun, ia berharap agar kedepan pengawasan ketat terhadap peredaran pil PCC, sebab akibat  penyalahgunaan PCC, bahkan ada yang meninggal dunia sehingga harus betul-betul diantisipasi.

“Kita berkoordinasi dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, untuk melakukan pengawasan obat-obatan dan makanan termasuk industri obat-obat keras yang menggunakan bahan prekursor seperti PCC,” tutupnya.