FTI UMI Tingkatkan Produktivitas Daya Saing Melalui Pencanangan Gerakan Nasional

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bambang Satrio Lelono (ketiga kanan) bersama Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang (ketiga kiri), Rektor UMI, Prof Masrurah Mochtar (kedua kanan), dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal (kanan) melakukan pemukulan gendang saat acara pembukaan pencanangan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) di Makassar, Senin (2/10/2017).
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bambang Satrio Lelono (ketiga kanan) bersama Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang (ketiga kiri), Rektor UMI, Prof Masrurah Mochtar (kedua kanan), dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal (kanan) melakukan pemukulan gendang saat acara pembukaan pencanangan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) di Makassar, Senin (2/10/2017).

Online24, Makassar – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, menggelar pencanangan nasional yang pertama kali di adakan di Kawasan Timur Indonesia, yang berlangsung di Phinisi Ballroom, Grand Clarion Hotel, Senin (2/10/2017).

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian RI, Bambang Satrio Lelono, dalam sambutannya mengatakan, produktivitas merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi dan suatu negara.

Menurutnya, organisasi tersebut akan maju jika memperhatikan keharmonisan ataupun keberlanjutan sosial ekonomi sekitarnya.

“Jika semua organisasi berlomba-lomba untuk menjadi produktif, maka negara yang kita cintai ini akan semakin produktif dan berdaya saing cepat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dibuka secara resmi Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bambang Satrio Lelono, Ketua Tim Kerja LPM, Boomer Pasaribu, Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Rektor UMI, Prof Masrurah Mochtar, Dekan FTI UMI, Zakir Sabara, dan Direktur Bina Produktivitas Kemenker RI, Muhammad Zuhri yang melakukan pemukulan gendang.

Maksud pemukulan gendang itu sendiri merupakan pencanangan GNP2DS, dan hari ini Provinsi Sulawesi Selatan terkhusus Makassar, telah menjadi pelopor GNP2DS di Indonesia.

Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengatakan saat ini negara Indonesia dituntut untuk meningkatkan daya saing agar bisa bersaing dengan negara lain. Untuk itu, ia sangat mendukung serta mengapresiasi dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya saing ini.

“Disini kita harus mencari cara bagaimana agar kita bisa meningkatkan daya saing dengan negara lain, dan tidak ada pilihan selain meningkatkan produktivitas kita,” ujarnya.

Ketua Panitia, Taufik Nur, mengatakan dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan lima perguruan tinggi kawasan Indonesia Timur, oleh Bambang Satrio Lelono, Rektor UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar, Wakil Rektor IV Unhas, Prof Budu, Rektor Unismuh, Abd. Rahman Rahim, Rektor UPRI, Andi Niniek F. Lantara dan Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin.

“Hal itu sebagai percepatan pelaksanaan GNP2DS. Jadi lewat ini kita juga sosialisasikan kepada seluruh pihak yang terlibat. Secepatnya kita lakukan kegiatan-kegiatan dengan bersinergi dengan semuanya, baik itu dari program maupun lewat kompetensi tenaga kerja,” katanya.

Disaat wawancara terpisah, Dekan FTI UMI, Zakir Sabara, mengatakan dalam mendukung peningkatan daya saing dan produktivitas, pihaknya mengeluarkan berbagai karya teknologi.

“Kita ingin mendorong produktivitas di Indonesia Timur dengan menggandeng banyak pihak. Dalam hal ini, tentu kita juga berperan dalam mngeluarkan karya teknologi, seperti mobile hybrid, di pertambangan kita buat alat simulasi tambang dan masih banyak lagi, kita dorong produktivitas riset melalui karya ilmiah,” tuturnya.