Begini Modus Oknum Anggota Dewan ‘Mainkan’ APBD Sulbar

Editor : Lucky
Ke

Online24, Makassar – Empat unsur pimpinan anggota DPRD Sulbar telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016. Keempatnya adalah Andi Mappangara selaku Ketua DPRD Sulbar, Munandar Wijaya selaku Wakil Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan (Wakil Ketua DRPD Sulbar), dan Harun MM (Wakil Ketua DPRD Sulbar).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Jan S Maringka, mengatakan bahwa keempat orang tesebut dianggap bertanggung jawab terhadap pemyimpangan dalam proses penyusunan APBD Provinsi Sulbar tahun 2016.

“Modusnya adalah mereka menyepakati besaran pokok pikiran untuk anggaran tahun 2016 sebesar Rp 360 miliar untuk dibagi-bagi kepada 45 anggota dewan,” ujar Jan, Rabu (4/10/2017).

Jan menambahkan, pada tahun 2016, jumlah tersebut teralisais sebesar Rp 80 miliar yang digunakan untuk kegiatan PUIPR, Dinaskbud, dan Sekwan. Sedangkan sisanya tersebar di SKPD lain dan terdapat anggaran yang terealisasi pada tahun 2017.

“Para tersangka telah secara sengaja dan melanggar hukum, memasukan pokok-pokok pikiran seolah-olah sebagai aspirasi masyarakat dalam APBD tahun anggaran 2016, tanpa melalui proses dan prosedur yang tepat,” jelas Jan.

Jan menjelaskan, prosedur yang dimaksud adalah Permendagri Nomor 52 tahun 2016 tentang Pedoman APBD.

“Anggaran tersebut tidak sesuai prosedur karena dibahas dan disahkan pada hari yang sama tanpa melalui pembahasan sebelumnya, baik dalam komisi maupun rapat badan anggaran paripurna,” ujarnya.

Menurut Jan S Maringka, mereka juga telah menyalahgunakan anggaran tersebut untuk kepentingan pribadi dan fee proyek.

Mereka melakukan perbuatan dengan cara meminjam perusahaan, menggunakan orang lain sebagai penghubung. Dalam hal ini yaitu tim sukses, keluarga/kerabat dan orang kepercayaan.

Keempat tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i, Pasal 3 jo Pasal 64 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara.(*)