Putra Bupati Mamasa Terjerat Dugaan Korupsi APBD Sulbar

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Kejati Sulsel, Jan S Maringka, menggelar jumpa pers terkait status tersangka Pimpinan DPRD Sulbar
Kejati Sulsel, Jan S Maringka, menggelar jumpa pers terkait status tersangka Pimpinan DPRD Sulbar

Online24, Makassar – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi selatan (Sulsel) telah menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi Sulbar tahun anggaran 2016.

Salah satu dari empat tersangka, terselip nama Munandar Wijaya, yang merupakan putra bupati Mamasa, Ramlan Badawi.

Baca Juga: Breaking News: Ketua DPRD Sulbar Tersangka Kasus Penyimpangan APBD

Munandar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulbar, bersama tiga rekannya yakni, Andi Mappangara selaku Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan Wakil Ketua DPRD Sulbar dan Harun Wakil Ketua DPRD Sulbar, ditetapkan sebagai tersangka setelah mejalani pemeriksaan secara marathon pekan lalu.

Munandar dan ketiga rekannya dianggap bertanggung jawab terhadap pemyimpangan dalam proses penyusunan APBD provinsi Sulbar tahun 2016.

Modusnya, mereka menyepakati besaran pokok pikiran tahun 2016 sebesar Rp 360 milyar untuk dibagi-bagi kepada 45 Anggota Dewan lainnya.

Pada tahun 2016, jumlah tersebut terealisasi sebesar Rp 80 miliar yang digunakan untuk kegiatan PUIPR, DISNAKBUD dan SEKWAN. Sedangkan sisanya tersebar di SKPD lain dan terdapat anggaran yang terealisasi pada tahun 2017.

Mereka dianggap telah secara sengaja dan melanggar hukum, memasukan pokok-pokok pikiran seolah-olah sebagai aspirasi masyarakat dalam APBD tahun anggaran 2016, tanpa memalui proses dan prosedur yang tepat.

Baca Juga: Begini Modus Oknum Anggota Dewan ‘Mainkan’ APBD Sulbar

Keempat tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf i, pasal 3 jo pasal 64 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara.