Kejati Himbau Penerima Ganti Rugi Kembalikan Kelebihan Pembayaran Lahan Bandara

Reporter :
Editor : Lucky
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin

Online24, Makassar – Kejaksaan tinggi (Kejati) terus berupaya mengembalikan kerugian negara akibat kasus korupsi perluasan lahan bandara Sultan Hasanudin Makassar.

Selain tindakan menyita aset para tersangka, Kejati juga melakukan tindakan menyita kelebihan pembayaran yang diterima oleh penerima ganti rugi.

Kasipenkum Kejati, Salahuddin, megatakan himbauan itu untuk memperlancar proses penyidikan. Ia juga menambahkan, bila sudah ada perjanjian pengembalian uang pada saat warga menerima ganti rugi tesebut.

“Waktu mereka menerima pembayaran ganti rugi mereka mereka setuju akan mengembalikan kelebihan pembayaran jika keduanya ada masalah hukum,” ujar Salahuddin, Sabtu (7/10/2017).

“Untuk itu kami himbau yang salah bayar dan mendapat ganti rugi yang berlebihan untuk mengembalikan,” imbuh Salahuddin.

Masih menurut Salahuddin, uang pengembalian tersebut nantinya akan diamankan oleh Kejati.

“Setelah ada perhitungan ahli dan putusan pengadilan, baru uangnya dibayarkan kembali sesuai dengan nilai taksasi luas lahan, penerima ganti rugi,” bebernya.

Ia menambahkan, hinga saat ini, sudah ada sekitar Rp 1,5 miliar yang dikembalikan oleh penerima ganti rugi. Salah satunya adalah dari Sa’id Sarrang. Ia mengembalikan kelebihan bayar sebesar Rp 1 miliar rupihan.

Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 317 miliar tersebut, Kejati telah menetapkan 9 orang tersangka. Satu diantaranya yakni Siti Rabiah sudah divonis hukuman 7 tahun penjara.

Selain itu juga ada Raba Nur, ia meninggal di lapas klas 1 saat menjalani  proses persidangan di PN Tipikor Makassar. Sementara untuk ke tujuh tersangka lainya masih menjalani persidangan.(*)

KH