Kasus Penyewaan Lahan Buloa, ACC Desak Kejati Patuhi Perintah Hakim

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi
Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi

Online24, Makassar – Anti Corupption Comitte (ACC) Sulawesi mendesak Kejati Sulselbar untuk mematuhi perintah hakim dalam sidang  kasus dugaan penyewaan lahan di kelurahan Buloa, untuk menetapkan mantan lurah Buloa, Ambon Tuwo, sebagai tersangka kasus tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh staf badan pekerja ACC, Wiwin Suwandi.

“Beberapa waktu lalu, hakim meminta jaksa untuk mendalami peran mantan lurah Buloa. Untuk itu kami mendesak Kejati agar mematuhi perintah hakim,” ujar wiwin.

Ditemui ditempat terpisah, Kasipenkum Kejati, Salahuddin, mengatakan pihaknya bisa mematuhi perintah hakim, jika hakim telah mengeluarkan surat penetapan.

“Kalau dalam fakta persidangan hakim merasa seseorang patut jadi tersangka, maka hakim bisa menyampaikan surat penetapan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Nanti JPU akan menyampaikan ke penyidik, dan penyidik akan melihat apakah syarat-syarat untuk menjadi tersangka terpenuhi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu salah satu majelis hakim perkara tesebut, Abdul Razaq, minta jaksa untuk mendalami peran mantan Lurah Buloa.

Dikatakan hakim, seharusnya lurah tidak memiliki alasan apapun menandatangani surat tersebut karena cacat administrasi. Bubuhan tandatangan lurah pada saat itu mengakibatkan lahan dikuasai oleh dua orang bukan warga Buloa.

Dalam kasus ini sendiri, Kejati telah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni asisten satu Pemkot, Muh Sabri, Rusdin dan Jayanti.