Gaji Penyapu Jalan Dibawah Standar, Ketua Fatayat NU Enrekang Prihatin

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Ibu Maria ( 35 )Puluhan Tahun bekerja sebagai penyapu jalan Di Kota Enrekang
Ibu Maria ( 35 )Puluhan Tahun bekerja sebagai penyapu jalan Di Kota Enrekang

Online24j.Enrekang- Jika kita menyempatkan diri joging dipagi hari pasti kita akan menemukan para Perempuan penyapu jalan yang sedang bertugas membersihkan disepanjang jalan kota Enrekang dan pemandangan ini akan kita lihat setiap hari.

Seperti Ibu Maria ( 35 ) misalnya, yang saat ini bekerja sebagai penyapu jalan selama puluhan tahun, dan menjadikan kota enrekang terlihat bersih.

Dari hasil kerjanya itu ibu empat orang anak ini mengaku mendapat upah Rp.25 ribu perhari, itu berarti dalam sebulan jika bekerja setiap hari Ibu Maria mendapat upah 750 ribu.” Kami digaji tiap bulan tapi dihitung harian bu, jadi kalau tidak masuk satu hari kami tidak akan dapat upah pada hari itu” Tutur Maria.

Karena diupah harian, tidak ada istilah ijin karena sakit atau cuti hamil bagi penyapu jalan di Enrekang. Jika mereka tak masuk kerja karena sakit atau melahirkan maka mereka tak akan menerima upah.

terkait itu, Haslipa, Ketua Fatayat NU Kabupaten Enrekang mengaku prihatin, gaji yang diberikan pada penyapu jalan itu sangat minim dan tidak sesuai standar, sementara resiko kerjanya sangat tinggi.

” Saya tdk tahu dia termasuk penerima gaji golongan mana ya.gaji pembantu rumah tangga saja tidak begitu. Mungkin ada kesepakatan antara instansi terkait dan pekerja yang sudah disepakati.Saran saya ya pekerja harus cari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebetuhan hidup mereka. Dan Seharusnya Pemda juga memperhatikan UMR”. Kata Haslipa.

” Harusnya sih ada standar dari Dinas terkait. Seharusnya Pemerintah masuk di K3 yaitu Kesehatan dan keselamatan kerja. Saya juga prihatin karena mereka kerja dijalanan, bagaimana jika sampai kecelakaan kita kan tidak tahu karakter pengguna jalan apalagi penyapu jalan itu semua perempuan” tambahnya.

Sebagai Ketua,Fatayat NU yang juga punya misi memperjuangkan perempuan, Haslipa berharap Pemerintah memperhatikan keselamatan para penyapu jalan itu.

” Yang paling standar mereka harus dilengkapi seragam termasuk sepatu dan tutup kepala, Masker dan kaos tangan. Itu paling standar sekali, apalagi kalau ada yang hamil kasihan mereka” Pungkas Haslipa.

Haslipa juga berharap semoga Saja Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang bisa memperhatikan hal tersebut, minimal wujudkan pokja Pengarustamaan Gender ( PUG ) dimasing – masing OPD agar tidak ada diskriminasi bagi kaum perempuan dalam segala aspek.