Desakan Ekonomi Jadi Motif IRT Dua Anak Ini Jual Obat PCC

Editor : Fahmi
Kapolsek Makassar, Kompol H. Usman, memperlihatkan barang bukti berupa 1100 PCC dan 1900 butir obat G jenis Carnophen
Kapolsek Makassar, Kompol H. Usman, memperlihatkan barang bukti berupa 1100 PCC dan 1900 butir obat G jenis Carnophen

Online24, Makassar – Ekonomi lagi-lagi menjadi dalil seseorang memiliki jalan pintas untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Seperti yang dilakukan Imelda, ibu dua anak ini memulai bisnis penjualan obat keras semenjak bulan Juli 2017 lalu.

“Sudah tiga bulan dia menjual obat ini. Dia berkedok jual sayur, tapi dibalik jual sayur itu dia jual obat terlarang. Katanya untuk menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Kapolsek Makassar, Kompol H Usman, Senin (9/10/2017) malam.

Baca Juga: Berkedok Dagang Sayur, IRT Diciduk Jual PCC

Langkah tersebut ditempuh tak lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, keuntungan dalam menjual sayuran dinilai belum mencukupi.

Keuntungan yang didapat Imelda pun tak sedikit, dalam sehari ia bisa menjual 100 hingga 150 butir obat keras. Satu saset PCC yang berisi 10 butir ia jual sebesar Rp 30 ribu ke pelanggan. Sementara, obat ‘G’ lainnya dia jual sebesar Rp 20 ribu per strip.

Meski demikian, ia tidak terlalu mengenal sosok yang kerap kali mengantarkan barang terlarang tersebut.

“Dua kali seminggu saya dibawakan obat daftar G oleh seorang laki-laki yang bernama Kiki. Pria itu jika membawa obat daftar G memakai masker dan menggunakan helem,” kata Imelda.

Kedok Imelda terbongkar setelah seorang remaja berinisial M (15) kedapatan membawa dua saset pil PCC yang dibelinya dari tersangka. Dari hasil pengembangan, ditemukan 1100 pil PCC dan 1900 butir obat G jenis Carnophen di kios tersangka.

Saat ini, tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.