Bachrianto Bachtiar Persembahkan Karya Untuk Luwu Lewat Buku

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
 Launching buku menggapai keemasan luwu karya Bachrianto Bachtiar di Gedung Balai Rasdiana Centre (BRC) Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (9/10/2017). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai profesi baik akademisi, politisi hingga seniman
Launching buku menggapai keemasan luwu karya Bachrianto Bachtiar di Gedung Balai Rasdiana Centre (BRC) Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (9/10/2017). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai profesi baik akademisi, politisi hingga seniman

Online24, Belopa – Setelah sukses menggelar peluncuran buku dan penggalangan dana di Gedung Kesenian Makassar pekan lalu, Bakal Calon Bupati Luwu periode 2018-2023, Ir. Bachrianto Bachtiar kembali mempersembahkan karyanya di kampung halamannya, Balai Rasdiana Centre (BRC), Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (9/10/2017) sore.

Karya buku yang berjudul Menggapai Keemasan Luwu, senarai program dan strategi yang dirancang oleh pria yang akrab disapa Kak Anto ini, untuk Kabupaten Luwu 2018- 2023 mendatang.

Pria kelahiran 1965 yang juga Dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Unhas ini dalam sambutannya mengungkapkan dirinya tidak pernah terpikir untuk membuat buku, namun setelah menerima saran dan termotivasi dari banyaknya Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh Tana Luwu dan sudah selayaknya hal tersebut dikelola dengan baik oleh pemerintah itu sendiri maka dirinya lalu menuangkan gagasan-gagasannya dalam sebuah buku.

“Buku ini bukan saya sendiri, tapi ada beberapa orang yang membantu saya dan termasuk keluarga. Saya melihat Tana Luwu ini banyak SDA yang bisa kita kelola sendiri makanya saya mengapa memberi judul buku ini menggapai keemasan Luwu.

Gagasannya adalah bagaimana membangun Kabupaten Luwu. Saya lebih masuk ke urusan Kabupaten sebagai area pembangunan. Selama ini kita aktif di organisasi yang membahas bagaimana mensejahterahkan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, tambah mantan Ketua HMI Cabang Makassar ini, di Luwu ada ketidakseimbangan antara kapasitas sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Indikatornya dari jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi. Dari 340 ribu, 130 di antaranya tercatat sebagai kelompok miskin, atau mungkin sekitar 60 persen. Sementara di sisi lain Sumber Daya Alam (SDA) Luwu ini cukup melimpah, tapi itu tidak berimplikasi ke masyarakat Luwu itu sendiri,” tukasnya.

Sementara, Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudi, sangat mengapresiasi langkah Bachrianto Bachtiar menulis buku Keemasan Luwu, sebab katanya hal tersebut mampu menjadi langkah awal kebangkitan Tana Luwu.

“Saya secara pribadi sangat bangga dengan prestasi ini dan hadirnya buku ini sebagai bentuk awal kebangkitan Tana Luwu. Seperti inilah yang harus mengangkat martabat tanah Luwu. Dibutuhkan pemikiran revolusioner namun dalam tetap keseimbangan,” puji Rudi.

Selain meluncurkan buku yang dihadiri ribuan masyarakat ini,  Bachrianto juga melaunching Program Mobil Klinik Kesehatan dan Mobil Sembako murah. (*)