Curhat di Instagram, Lyra Virna Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Editor : Lucky

Fadlan Muhammad dan Lyra Virna (foto: int/Dream)
Fadlan Muhammad dan Lyra Virna (foto: int/Dream)

Online24, Jakarta – Artis Lyra Virna harus berurusan dengan polisi gara-gara curhatannya di media sosial Instagram. Bahkan, Lyra ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terhadap agen perjalanan haji dan umrah, ADA Tour.

Dalam curhatannya itu, Lyra mengeluhkan pengembalian uang perjalanan haji yang telah dibatalkannya belum juga dikembalikan secara penuh oleh pihak ADA Tour.

Pemilik ADA Tour, Lasti Annisa, merespon curhatan Lyra dengan melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

“Travel ADA Tours yang bergerak di bidang jasa pemberangkatan umrah atau haji melaporkan Lyra Virna setelah melihat postingan yang bersangkutan di akun media sosial Instagram lyravirna,” ujar Argo, Selasa (10/10/2017).

Dalam laporan polisi bernomor LP/2424/V/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Lyra dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui ITE.

“Pasal 27 (3) jo pasal 45 (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP,” jelas Argo.

Lyra sebelumnya merencanakan pemberangkatan haji menggunakan jasa tour and travel tersebut. Lyra membatalkan dan meminta uangnya dikembalikan.

“Di media sosial Instagramnya Lyra menulis kata-kata, ‘Kenapa saya pilih Travel ini buat haji? Kenapa ga di cek dulu dan lain-lain? Gimana bisa ketipu mulut manisnya? dan kayak apa sih orangnya si lasti ini? Insyaallah akan di post jika bulan April yang dijanjikan pelunasan pengembalian dana nya mangkir lagi’,” jelas Argo.

Dalam laporan ke polisi, Lasty mengatakan bahwa Lyra sendiri yang membatalkan untuk keberangkatan haji tahun 2016 dengan alasan masalah keluarga. “Dan pelapor sudah mengembalikan sebagian dari uang yang telah disetorkan terlapor (Lyra),” ujar Argo.

Mengenai status tersangka yang disematkan padanya, Lyra mengaku kaget. Reaksi yang sama pun diperlihatkan sang suami, Fadlan Muhammad. Fadlan heran dengan pihak kepolisian yang menaikkan status istrinya tersebut menjadi tersangka, padahal baru satu kali dipanggil untuk pemeriksaan.

Bahkan, Fadlan mengaku jadi korban. Pasalnya, uang yang disetorkan belum dikembalikan malah istrinya jadi tersangka.

“Saat ini saya merasa jadi korban ketidakadilan. Karena posisi kami di sini adalah yang dirugikan. Kami ingin beribadah, kami cancel. Kita minta uangnya dikembalikan, tapi belum dikembalikan,” ujar Fadlan dilansir dari vivanes.com.

Fadlan menuding pihak ADA Tour dan Lasti Annisa selaku pemilik sama sekali tidak menunjukkan itikad baik dalam upaya pengembalian dana haji sebesar Rp 153 juta.(*)