Untuk Pertama Kalinya Belanda Gagal Tampil di Piala Dunia

Editor : Endhy

Online24 – Harapan Belanda untuk tampil di Piala Dunia 2018 kandas dan ini adalah kali pertama sejak 2002. Meski menang 2-0 atas Swedia, dengan Arjen Robben menginspirasi hasil positif tersebut, Tim Oranje harus berlapang dada menerima kekalahan dalam jumlah produktivitas gol.

Skuat Dick Advocaat menghadapi pertandingan ini dalam keadaan butuh mencetak setidaknya tujuh gol tanpa balas demi mengamankan tempat di runner-up atau untuk berman di play-off.

Akan tetapi, Belanda tak mampu ‘kejar setoran’ sedemikian banyak gol meski sepanjang 90 menit mereka tampil nyaman dan mengamankan kemenangan dua gol tanpa balas.

Robben menjadi protagonis dengan sepasang golnya, termasuk beberapa ancaman yang ditebarkannya untuk membuat kerja ekstra barikade pertahanan Swedia.

Dwigol pilar Bayern Munich tersebut kini membuatnya memiliki catatan gol yang sama dengan legenda besar Belanda Dennis Bergkamp, yakni 37 gol. Dua nama ini pun menjadi topskor urutan keempat Belanda.

Dalam pertandingan tersebut, Swedia menyadari betul Belanda membutuhkan setengah lusin gol lebih sehingga tim tamu lebih memilih untuk bermain cenderung bertahan. Tuan rumah benar-benar menggempur habis dengan dimotori Robben.

Sayangnya, berbagai peluang yang diperoleh Belanda ‘cuma’ dua yang terkonversi menjadi gol, yang membuat Swedia berhak menyegel tempat di play-off, berada di bawah Prancis, yang di saat bersamaan mengalahkan Belarusia 2-1 di Paris.

Mendapat dukungan penuh antusiasme dari publik sendiri, Belanda langsung menggebrak di awal-awal pertandingan. Seperempat jam lebih semenit laga berjalan, Robben mengubah papan skor jadi 1-0 setelah tendangan penaltinya meluncur sempurna. Penalti didapatkan menyusul Victor Lindelof melakukan handball di area terlarang.

Memasuki lima menit sebelum turun minum, Robben kembali menunjukkan kelasnya dengan mengemas dwigol. Berawal dari aksi Ryan Babel, dia mengarahkan bola pada Robben, yang melepas sepakan first-time dari jarak 25 meter untuk menciptakan keunggulan ganda.

Selepas jeda, tuan rumah melanjutkan tekanan demi tekanannya. Advocaat melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Bas Dost, menggantikan peran Vincent Janssen.

Kendati demikian, sepanjang 45 menit kedua, Swedia bertahan dengan lebih solid dan anak-anak Advocaat tak kuasa untuk mengejar lima gol demi menggapai tiket play-off.