Berkas Perkara Bimtek Enrekang Dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sulsel

Editor : Asri Muhammad
Kantor Kejati Sulselbar
Kantor Kejati Sulselbar

Online24, Makassar – Lima bulan setelah menetapkan tujuh orang tersangka kasus dugaan korupsi Bimbingan Teknik (Bimtek) Enrekang, penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel akhirnya melakukan pelimpahan tahap satu berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

“Kita sudah tahap satu, semua berkas ketujuh tersangka kita kirim ke kejaksaan,” kata Direktur Diterkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Rabu (11/10/2017).

Yudhiawan juga mengaku, saat ini telah mengantongi hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP, yang sebelumnya menjadi alasan belum dilimpahkannya berkas perkara. Namun, pihaknya enggan membeberkan perihal berapa total kerugian negara dari kegiatan fiktif tersebut.

“Sudah ada hasil dari BPKP. Tapi nantilah,” lanjut Yudhiawan, saat ditanya terkait hasil perhitungan BPKP.

Diketahui, penyidik menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bimtek Enrekang. Sebagian besar diantaranya adalah petinggi di DPRD Enrekang, seperti Banteng selaku Ketua DPRD, Arfan Renggong Wakil Ketua DPRD, Sangkala Tahir Sekertaris Dewan, dan politisi Gerindra Mustiar Tahir. Sementara, tiga tersangka lainnya berasal dari Event Organizer (EO), yaitu Gunawan, Nawir, Nurul Hasmi.

Ketujuh tersangka diduga melakukan persengkokolan, untuk kegiatan fiktif dibeberapa kota besar di Indonesia.

Sebanyak 49 kegiatan diduga terlaksana namun tidak memenuhi syarat dan legalitas, seperti tidak dilakukan MoU, serta tidak adanya rekomendasi dari Balaidiklat Kemendagri.

Polda sendiri baru mengumumkan hasil perhitungan BPKP sebesar Rp 855 juta dari 12 kegiatan. Sementara, untuk 37 kegiatan lainnya belum secara resmi diumumkan BPKP maupun Polda Sulsel.