Tuntutan Jaksa Lebih Ringan, Kerabat Rafika Protes Sampai Terjadi Adu Jotos

Reporter :
Editor : Lucky

Jidat Phaldy yang memerah akibat dipukul pegawai PN Sungguminasa
Jidat Phaldy yang memerah akibat dipukul pegawai PN Sungguminasa

Online24, Makassar РJaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan kepada Saleh, pelaku pembuhan Rafika, di PN Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (11/10/2017). JPU menuntut Saleh dengan penjara 12 tahun sesuai dengan Pasal 338 KUHP  tentangSedangkan, saat pembacaan tuntutan oleh JPU hanya pasal 338 pembunuhan biasa.

Hal ini membuat kerabat Rafika yang hadir kecewa dan marah. Kerabat menganggap keputusan JPU tidak sesuai dengan perbuatan pelaku.

“Tersangka pembunuh Rafika hanya dikenakan satu Pasal (338) dengan dakwaan pemunuh. Padahal seharusnya ada tiga pasal yakni Pasal 338, Pasal 339, dan Pasal 365 ayat 3,” ungkap kerabat korban, Phaldy, kepada online24jam.com.

“Kami kecewa karena pelaku hanya dituntut 12 tahun penjara, bukan penjara seumur hidup,” ucapnya.

Kerabat kecewa dan sempat terjadi adu mulut antara keluarga korban dan oknum kepolisian yang berjaga saat itu.

Ruangan pun menjadi panas dan akhirnya mereka keluar dari ruangan. Di luar ruangan, mereka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap JPU. Aparat yang bertugas sempat meminta mereka untuk berdemo di depan gedung PN Sungguminasa. Saat itulah seorang pegawai PN Sungguminasa melakukan pemukulan.

Tidak terima dipukul, kerabat korban membalas dan adu jotos pun tidak terelakkan. Petugas yang ada di sana berusaha melerai. Sejumlah kerabat korban mengaku kena pukulan oknum tersebut. Mereka adalah Awal, Pandi, Phaldy.

“”Dia menghantam jidat saya sehingga memar,” ungkap Phaldy.(*)