Supra: Masyarakat Sudah Pintar, Butuh Pemimpin Yang Loyal

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Legislator DPRD Makassar Fraksi NasDem, Supratman.
Legislator DPRD Makassar Fraksi NasDem, Supratman.

Online24, Makassar – Wali Kota petahana, RamdhanPomanto hampir pasti menggandeng bendahara NasDem Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti. Sementara DPP NasDem resmi merekomendasikan Ketua DPD NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi (Cicu) bertarung di ajang Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Media dan Informasi Publik DPD NasDem Makassar, Supratman, menegaskan NasDem Makassar tetap solid ‘mengamankan’ perintah DPP partainya, yakni Cicu untuk running pada hajatan politik lima tahunan mendatang.

Dia mengatakan, NasDem tidak akan pernah menanggapi spekulasi politik yang menilai NasDem bakal pecah. Ditegaskan pula, meski kader NasDem ‘dibegal’ oleh orang – orang tertentu, tapi hal ini tidak akan pernah menyurutkan solidaritas dan loyalitas kader NasDem untuk memenangkan Cicu.

“Sejak awal, mulai dari DPW, DPD, DPC dan DPRt NasDem sudah menegaskan akan tetap all out memenangkan ibu ketua, ibu Rachmatika. Jadi, tidak ada lagi yang perlu diragukan. NasDem se-Makassar juga tetap solid dalam agenda konsolidasi. Bahkan DPP telah memberikan rekomendasi ke ibu Ketua,” jelas Supra, Rabu (11/10/2017).

Ditanya perihal sikap Indira, Supra tidak ingin terlalu jauh menanggapi. Yang pasti, suara NasDem di Makassar tidak akan berpengaruh. Hal ini bukan tanpa alasan, beberapa waktu lalu, Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) juga telah menegaskan, NasDem tidak akan pecah dan tetap solid.

“Kan jelas, ibu Indira bawa nama pribadi, dan tidak ada satupun fungsionaris dan simpatisan NasDem yang memberikan dukungan. Coba cari, ada tidak kader NasDem yang memberikan respon positif, yang ada malah kami makin kuat, loyal dan total memenangkan Pilwali,” tegasnya.

Meski tidak disebutkan secara gamblang, Supra terksesan memberikan penilaian khusus terhadap Indira. Menurutnya, lebih baik menentukan langkah politik secara terang benderang, biarkan masyarakat yang menilai.

“Masyarakat sudah pintar, butuh pemimpin yang loyal, konsisten dan tidak plinplan. Jadi kalau ada figur yang loyalitasnya sudah teruji, biarkan masyarakat yang menilai,” tuturnya.

“Kita lihat nanti, siapa pemenang, atau minimal siapa yang mengantongi jumlah kursi terbanyak. Prosesnya masih panjang,” tandasnya. (*)