Produk Kerajinan Warga Binaan Lapas Parepare Terkendala Pemasaran

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Parepare menjajakan beragam kerajinan tangan
Warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Parepare menjajakan beragam kerajinan tangan

Online24, Parepare – Warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Parepare mengisi waktunya dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Bukan hanya itu, mereka juga menjalankan berbagai aktivitas ekonomi dari dalam penjara. Beragam kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan itu di pajang di jalan masuk untuk dijual kepada mereka yang datang berkunjung.

“Kita memberikan inovasi-inovasi untuk mengembangkan kreativitas warga binaan. Hasilnya, kita jual kepada warga binaan lain, pegawai Lapas dan juga pengunjung yang datang,” kata Kepala Lapas Parepare, Didik Heru Sukoco,  Rabu, (11/10/2017).

Menurutnya, hasil produk dari warga binaan itu tidak kalah saing dengan yang dipasarkan di luar. Olehnya itu, kata dia, butuh dukungan dari banyak pihak untuk memasarkan hasil kreativitas warga binaan ini agar lebih berkembang.

“Hasil karya dari mereka ini sangat layak diperjualbelikan, namun kita butuh pembinaan dan penyaluran agar terpasarkan,” ujar Didik.

Lanjut Didik, melihat peningkatan minat dan bakat warga binaan cukup besar. Hal itu dapat menjadi proses pembentukan karakter dan sikap warga binaan, yang akan keluar dari lapas. Menurutnya jika hanya membekali kreativitas, tanpa sikap entrepreneur yang kokoh, mereka akan rendah diri dan takut bergaul.

“Kita harus siapkan mereka agar tidak minder. Mereka harus percaya diri membangun masa depan dengan usaha yang sudah pernah dibina Lapas. Itu akan membawa mereka untuk semakin maju secara ekonomi dan jiwa,” jelasnya.

Terpisah, Supardi, warga binaan yang menjual kerajinan tangan tersebut, mengaku hasil kreativitas ini merupakan bentuk dukungan dari Lapas Parepare. Bekerjasama dengan Badan Lingkungan Kerja (BLK) merupakan program dalam peningkatan kreativitas warga binaan, dan hal itu sangat menunjang semangat hidup bagi warga binaan.

“Jadi, kami adalah bagian dari kelompok yang terbentuk, yang dilatih oleh BLK, dan ini adalah program Lapas. Kami dilatih berkarya, menuangkan kreativitas yang kami memiliki sehingga menjadi sebuah benda yang layak jual,” ujarnya.

Lanjut Supardi, untuk saat ini pihaknya telah memasarkan delapan item kreasi warga binaan yang layak jual. Masing-masing item dijual dengan harga yang berbeda, mulai dari harga Rp5 ribu hingga Rp75 ribu. Untuk bahannya, dibeli dari luar Lapas.

“Banyak yang tertarik dengan barang kami, utamanya dengan kreasi tempat tissue. Kami buatnya sederhana, dari kardus mi instan. Hanya saja kami hias dengan sedemikian rupa sehingga layak dijual, pembelinya paling banyak dari pengunjung yang datang. Untuk jualan kami dari hasil karya warga binaan, diantaranya tempat tissue, tempat tusuk jarum, gantungan kunci, sandal kamar, sarung bantal, dan lap kaki,” jelas Supardi.