Mengenal Lebih Dekat Sosok Politisi Perempuan Menjabat Wakil Ketua DPRD

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Indira Mulyasari Paramastuti
Indira Mulyasari Paramastuti

Online24, Makassar – Nama Indira Mulyasari Paramastuti akhir-akhir ini santer disebut-sebut di pemberitaan sejumlah media cetak dan media elektronik.

Sosok Indira yang lahir pada 1 November 1983 silam menghabiskan masa remajanya di Kota Makassar.  Ia merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Ayahnya adalah Ilham Muharram Djaya, seorang pengusaha sekaligus juga seorang akademisi. Sedang ibunya hanya seorang ibu rumah tangga (IRT).

Indira mengawali jenjang pendidikannya di Sekolah Dasar Islam Athirah Makassar (1989-1995), kemudian lanjut ke SMP Negeri 6 Makassar (1995–1998). Setamat SMP, Indira lalu melanjutkan ke SMU Negeri 2 Makassar (1998-2001).

Sejak duduk dibangku SMA, jiwa kepemimpinan Indira sudah muncul dan terasah dengan aktif mengikuti berbagai organisasi intra sekolah maupun kegiatan ekskul di luar sekolah.

Siapa sangka, ternyata legislator cantik ini juga pernah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Sulsel di awal reformasi, tahun 1999. Legislator dari Partai Nasdem ini menjadi salah satu dari Pasukan 8. Dari situlah kedisiplinan dan ketelatenan Indira terus terasah.

“Alhamdulillah, jadi Paskibra telah mengajarkan saya disiplin dan juga menghargai perjuangan pahlawan yang mempertahankan bendera Merah Putih. Kita menjalani karantina selama sebulan. Latihan panas dan hujan, tidur yang rasanya tidak pernah cukup, cuci baju sendiri, setrika hingga membersihkan kamar sendiri,” kenang Indira, Kamis (12/10/2017).

Sejak SMA, ia juga bahkan telah fasih dan menguasai bahasa Inggris, yang akhirnya di tahun 2000 mengantarnya terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional antara sekolahnya dengan sekolah di negeri kanguru, Australia selama 3 minggu.

Setelah menamatkan pendidikannya di bangku sekolah, Indira kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Thames Bussines School Singapore, dengan mengambil High Diploma Course In Human Resource Management, dan berhasil menyelesaikannya tanpa kendala.

“Tahun 2003 itu saya mengikuti High Diploma Course In Human Resource Management, dan Alhamdulillah berhasil menyelesaikannya di tahun itu juga,” ujarnya.

Di tahun yang sama, Indira kemudian bekerja di Bank ABN Amro, Makassar, hingga tahun 2007 dan menjabat sebagai Branch Processor, dan sukses selama 3 kali berturut-turut meraih predikat sebagai The Best Branch Processor.

Di tahun 2009, Istri dari M Ali Wirya ini kemudian dipercaya menduduki posisi Direktur pada perusahaan PT Nurindo Link Service, hingga tahun 2012.

Dengan kecemerlangan otak yang dimilikinya dan atas berbagai pertimbangan ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat, hingga akhirnya atas dorongan suaminya, Indira akhirnya memantapkan diri untuk terjun ke dunia politik.

“Saya tergerak melihat berbagai ketimpangan yang ada di sekitar saya, sehingga saya berpikir jika ingin memperjuangkan hal tersebut, tentu harus masuk ke sistem yang ada. Olehnya itu, setelah mendapat restu dari keluarga dan terutama dari suami, akhirnya saya memutuskan ikut pemilu legislatif,” beber ibu dari 2 orang putri dan 1 putra ini.

Indira mendaftar di Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai calon anggota legislatif dari Dapil Makassar V, yakni Mamajang, Mariso dan Tamalate. Hasilnya pun tak disangka-sangkanya sebelumnya, ia sukses mendulang suara di dapilnya tersebut sebanyak 3054 suara. Bahkan, Indira juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar. Sebuah hal yang sangat luar biasa bagi sosok Indira yang terbilang baru di dunia politik.

“Bagi saya jabatan itu sebuah amanah dan tentu semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin besar pula tanggung jawab kita. Yang jelas saya bekerja dengan ikhlas saja dan akan mengerahkan seluruh pemikiran dan tenaga saya untuk sebuah pengabdian,” tutur Indira.

Namun, ia mengaku tidak selamanya akan bergelut dengan dunia politik. Indira bercita-cita setelah pensiun dari dunia politik ia memiliki keinginan menjadi seorang pengusaha rumah makan.

“Tentu tidak selamanya kita di politik. Cita-cita saya kalau nanti saya pensiun di politik, saya ingin membuat usaha di bidang kuliner. Saya ingin menjadi pengusaha rumah makan,” ujarnya. (*)