Optimalisasi Lahan Kritis, SK Temui Langsung Menteri Desa di Jakarta

Editor : ifan Ahmad
Syamsari Kitta  menyerahkan hasil karya masyarakat Takalar berupa dodol rumput laut dan kue wijen khas asli produksi industri rumah Tangga dari Kabupaten Takalar.
Syamsari Kitta menyerahkan hasil karya masyarakat Takalar berupa dodol rumput laut dan kue wijen khas asli produksi industri rumah Tangga dari Kabupaten Takalar.

Online24, Jakarta – Bupati Takalar terpilih, Syamsari Kitta, didampingi oleh Kabag Pemerintahan Pemkab Takalar mengunjungi kantor Kementrian Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan diterima langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, Kamis (12/10/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Syamsari menjelaskan tentang pemanfaatan lahan kritis untuk budidaya jagung dan optimalisasi peran Bumdes di Kabupaten Takalar. Saat ini lahan kritis di Kabupaten Takalar masih terbilang cukup tinggi dengan estimasi lahan kritis 3.658,97 hektar, agak kritis 29.541.71 hektar, areal khusus 111,14 hektar dan potensial kritis 20.833,13 hektar. Lahan kritis inilah di prioritaskan untuk menjadi kawasan jagung dengan melibatkan BUMDES yang saat ini telah terbentuk 42 BUMDES di 42 desa dari 76 desa.

“Jika kita berhasil mewujudkan rencana kawasan Jagung ini maka diyakini tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat, indikatornya diantaranya peningkatan pendapatan perkapita,” ujar Syamsari Kitta.

Menteri Desa menyambut baik rencana tersebut dan meminta kepada Bupati terpilih untuk memantapkan datanya seperti CP/CL dan fasilitas penunjang lainnya karena dengan mengetahui data tersebut akan memudahkan Kementrian untuk menentukan pilihan dukungan bagi suksesnya rencana pengembangan kawasan.

Mendes Eko juga menjanjikan akan mengikutsertakan Bupati terpilih dalam pertemuan Forum Bisnis yang akan mendukung pengembangan kawasan dan BUMDES. Pertemuan tersebut akan melibatkan Pemerintah pusat dan daerah, perbankan dan pengusaha.

Di akhir pertemuan, SK berusaha meyakinkan Menteri Desa tentang kesungguhan Takalar untuk mengembangkan BUMDES dan hasil karya masyarakat Takalar dengan menyerahkan oleh-oleh berupa dodol rumput laut dan kue wijen khas asli produksi industri rumah Tangga dari Kabupaten Takalar. (*)