Lurah Lakessi Minta Alat Berat Diterjunkan Bersihkan Bibir Pantai

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Beberapa stakeholder kembali turun bersama-sama membersihkan bibir Pantai Lakessi.
Beberapa stakeholder kembali turun bersama-sama membersihkan bibir Pantai Lakessi.

Online24, Parepare – Menanggapi keresahan masyarakat selama ini, Lurah Lakessi, Awal,  mengumpulkan beberapa stakeholder kembali turun bersama-sama membersihkan bibir Pantai Lakessi, Kamis (12/10/2017).

Ratusan personel tergabung yang turun dalam aksi bersih pantai tersebut, dan empat truk besar serta tiga armada kecil disiapkan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut. Adapun yang terlibat yakni, dari Polri, TNI, Pertamina, Dinas PKP, BLH, Karang Taruna, para Lurah se-Kecamatan Soreang, Mapala Shalawat, LPMK, RW, RT dan Top Kopi.

 

Lanjut Awal, pembersihan tahap dua ini memberikan hasil yang cukup besar. Sekitar 50 persen sampah sudah diangkut, namun hal ini tidak memberikan perubahan terlalu besar. Sampah yang telah diangkut tersebut, hanya merupakan bagian dari kulit luarnya saja.

“Kita tidak ingin, apa yang kita lakukan beberapa hari ini menjadi sia-sia. Saat melakukan pembersihan, ternyata bibir pantai Lakessi sudah tertimbun sampah sedalam 2 meter, sehingga hal ini lebih mengawatirkan,” katanya.

Menurutnya, melihat kondisi seperti ini, pihaknya bakal kembali akan melakukan tindakan. Namun tindakan kali ini, pihaknya berharap ada pelibatan alat berat, agar pembersihan dilakukan secara total dan lebih maksimal.

“Kita minta kesadaran dari instansi terkait yang memiliki alat berat, agar mau peduli membantu kami yang ada di wilayah pantai Lakessi untuk mengeruk tumpukan sampah yang kian hari kian mengawatirkan. Hal ini jika dibiarkan, dalam kurun waktu lima tahun, tempat ini akan terjadi pendangkalan. Jika tempat ini sudah kita bersihkan, Kita akan usulkan petugas jaga pantai. Hal ini untuk memantau lokasi ini agar tidak jadi tempat pembuangan sampah,” tegas Awal.

Tambah Awal, pihaknya juga akan mengkoordinasikan pembuatan kantong pasir yang berada di dataran tinggi. Sehingga, sampah ataupun pasir yang ingin bermuara ke pantai dapat tertahan.

“Jadi, penting kita usulkan pembuatan kantong pasir untuk kanal yang berada di dataran tinggi. Untuk pemeliharaannya bisa kita bersihkan kantong pasir tersebut sebulan satu kali,” katanya.

Sementara, Pasiter Kodim 1405/Mlts, Kapten infantri Sudirman, mengaku, sekitar 50 personel TNI diturunkan dalam aksi pembersihan pantai ini. Dia menyarankan, agar pihak terkait menyiapkan papan bicara larangan buang sampah di tempat tersebut.

“Selain papan bicara, kita juga perlu lakukan sosialisasi intens kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini lambat laun akan menumbuhkan sikap peduli dan kesadaran dari masyarakat,” katanya.

Terpisah, warga setempat, Hj. Daimah, mengatakan perlu andil besar dari semua elemen. Seperti pedagang maupun tukang parkir yang ada di sepanjang pantai itu. Konsep ini kata dia, sangat penting karena menjaga kebersihan di lingkungan kawasan pantai akan membuat pengunjung risih untuk membuang sampah.

“Kalau tempat bersih, saya yakin pengunjung jadi risih mau buang sampah, kalau sudah kotor ya mereka biasa saja,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan kebersihan pantai ini, pembentukan satgas kebersihan atau jaga sangat diperlukan.

“Fungsinya, memberi teguran kepada pengunjung jika membuang sampah tidak pada tempatnya,” sarannya. (*)