Putusan Inkrah, Idris Syukur Dijebloskan ke Penjara

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Bupati Barru Idris Syukur, saat sidang vonis di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (22/8/2016).
(foto : adam said)
Bupati Barru Idris Syukur, saat sidang vonis di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (22/8/2016). (foto : adam said)

Online24, Makassar – Tim Eksekusi Kejaksaan Tinggi Sulsel akhirnya menjemput dan menjebloskan mantan Bupati Barru, Andi Idris Syukur ke penjara. Idris Syukur dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi gratifikasi berupa mobil Pajero Sport saat menjabat sebagai Bupati Barru.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan S Marinka, mengungkapkan bahwa proses eksekusi Idris Syukur dilakukan setelah menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung.

“Pada hari ini tim jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung Nomor 603K/PID.SUS/2017 terhadap Bupati Barru Andi Idris Syukur,” ujar Jan S Maringka, Kamis (12/10/2017).

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, Idris Syukur dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara beserta denda sebesar Rp.250 juta subsider 8 bulan kurungan, karena terbukti melanggar pasal 12 Huruf E Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Selanjutnya, kata Jan, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Barru Nomor : PRINT -504/R.4.21/FUH/10/2017 pada tanggal 3 Oktober 2017 lalu.

“Kasus yang menjerat terpidana bermula dari perbuatannya selaku Bupati Barru yang telah memaksa PT Bosowa Group yang melakukan investasi membangun pabrik semen di Kabupaten Barru memberikan sebuah kendaraan Mitsubhisi Pajero Sport 2.5D GLX dalam kaitannya dengan pemberian izin explorasi tanah liat dan batu gamping sebagai bahan baku pembuatan semen (portland),” urainya.

Jan mengatakan, proses eksekusi berlangsung aman dan lancar. Idris Syukur juga dinilai kooperatif dalam proses eksekusi dan kini telah berada di Lapas Klas I Makassar untuk menjalani hukumannya.