Warga Kupa Kabupaten Barru  keluhkan tambang Ilegal

Editor : Muhammad Tohir
Aktifitas Tambang Galian Di daerah Kupa, Kabupaten Barru
Aktifitas Tambang Galian Di daerah Kupa, Kabupaten Barru

Onlin24,Barru – Warga Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi selatan, mengeluhkan aktivitas pertambangan pengerukan pasir yang tak hanya mengganggu namun juga meresahkan. Pasalnya, selain menimbulkan debu serta lumpur saat hujan, aktivitas yang dilakukan juga hingga dini hari dan alat berat yang digunakan dikhawatirkan berdampak pada bangunan rumah mereka dan Pengguna jalan.

Yati, warga setempat yang paling merasakan dampak kegiatan pertambangan tersebut, ia mengaku aktifitas tersebut terjadi sudah sepekan dan sangat mengganggu. Setiap alat berat mulai difungsikan pemilik lahan, getarannya sangat dirasakan.

Warga tersebut mengaku sudah mengadukan hal itu ke pemerintah desa setempat, namun sayangnya kurang mendapat renspon. Malah, kata dia, aparat desa justru menyerahkan persoalan ke warganya mengurus dan membuat surat keberatan sendiri untuk kemudian dijadikan bahan rapat pada tingkat desa.

” sudah Berulangkali mi dilaporkan soal ini ke pihak desa, tapi terkesan tidak diperduli. Kalau nanti terjadi apa-apa dengan rumah kami, siapa yang akan bertanggung jawab,” katanya nya, Jum`at (13/10/2017).

Belum lagi, kata dia, aktivitas yang dilakukan hingga dini hari yang dianggap mengganggu kenyamanan warga. “Bahkan bisa sampai jam 3 dini hari. Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana,” ujarnya.

Kepala Desa Kupa Suardi berdalih jika dirinya masih menunggu surat keberatan dari warga setempat yang merasa keberatan dengan aktivitas pertambangan tersebut, karena pihaknya tidak bisa serta merta mengambil tindakan terhadap pihak pemilik lahan.

Suardi  mengaku tidak tahu menahu jika aktivitas pertambangan di lokasi itu dilakukan hingga dini hari. Selain itu kata dia pihaknya meminta kepada warga untuk mengajukan surat keberatan sebagai dasar untuk melakukan rapat guna membahas keresahan warga tersebut.

Sementara itu saat Dikonfirmasi terkait tambang tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (LBHD) Barru Muh Taufik mengatakan jika aktivitas pertambangan pasir di lokasi tersebut ilegal. Pasalnya, kata dia, rekomendasi izin pertambangan di wilayah Mallusetasi hanya diberikan pada satu perusahaan. Itupun, katanya, berlokasi di Mallawa, Desa Palanro. “Di luar CV Buana, berarti  itu tidak memiliki izin pertambangan,” katanya.

Dia meminta pada pemerintah desa setempat mengambil tindakan penghentian terhadap aktivitas pertambangan itu, kemudian melaporkan ke BLHD Barru untuk ditembuskan ke provinsi. Karena yang berhak mengeluarkan izin pertambangan adalah pemerintah provinsi. “Kami hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi terkait izin lingkungan atau Amdal, setelah melakukan peninjauan apakah kegiatannya sudah sesuai dengan dokumen yang diajukan,” ujarnya.

Taufik menambahkan, jika aktivitas pertambangan berdampak dan menimbulkan kerugian bagi warga setempat, harusnya pemerintah desa setempat mengambil langkah tegas menghentikan kegiatan tersebut. “Akan kami sampaikan soal ini ke desa setempat, selain turun langsung untuk meninjau lokasinya. Dan kegiatannya tidak boleh hingga dini hari karena ada aturan terkait jadwal pemanfaatan tenaga kerja,” tegasnya.