DPRD Sinjai dan Pihak Dishub Janji Akan Tarik Operasional Damri

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Sinjai – Asosiasi driver Kabupaten Sinjai kembali mendatangi kantor DPRD untuk mempertanyakan hasil koordinasi antara pihak Komisi III DPRD dengan pihak forum mobil angkutan Damri, Jumat (13/10/2017).

Kedatangan Asosiasi driver Sinjai tersebut, diterima oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sinjai Abdul Haris Umar dan Hj. Andi Kartini Ottong, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sinjai H. Firdaus yang didampingi sekretarisnya.

Ketua Asosiasi Driver Sinjai, Muh Azhar mengatakan kedatangannya bermaksud mempertanyakan hasil kordinasi pihak komisi III DPRD dengan forum Damri terkait persoalan pengoperasian mobil damri yang mengambil penumpang pendek diluar halte dan terminal yang telah ditentukan.

“Kami datang mempertanyakan itu, karena sekarang ini kondisinya sudah sangat memberatkan bagi kami semenjak beroperasinya mobil damri,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sinjai Abdul Haris Umar mengaku paham dengan kondisi yang dialami oleh para driver tersebut, namun aturan ini merupakan aturan pusat yang mestinya mesti ada solusi yang harus diambil secara bijak.

“Untuk itu kami sengaja hadirkan Kadis Perhubungan untuk kita sama-sama mengambil kebijakan yang akan dilakukan untuk solusi permasalahan ini,” ujarnya.

Sedangkan menurut, Wakil Ketua DPRD Sinjai Andi Kartini bahwa pihak DPRD telah berkordinasi dengan pihak Damri terkait keluhan dari sopir AKDP yang ada di Sinjai.

“Aspirasi ini telah kita kordinasikan, termasuk laporan tentang adanya sopir damri yang melanggar aturan rute pengambilan penumpang yang telah ditentukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sinjai H Firdaus, dihadapan para driver menegaskan akan menarik pengoperasian mobil damri, namun dengan catatan para driver harus memiliki legalitas izin angkutan yang memiliki kelembagaan yang menaungi melalui koperasi kelembagaan.

“Jika ijin legalitasnya sudah lengkap, saya siap memfasilitasi untuk pengurusan ke Dinas Perhubungan Provinsi. Jika semuanya sudah lengkap pengoperasian mobil damri akan saya tarik menjadi angkutan kota ke desa dan sebaliknya,” tegas Firdaus.