Cegah Penipuan, Beli Kartu SIM Harus Pakai KTP dan Kartu Keluarga

Editor : Asri Muhammad

Ilustrasi Kartu SIM (foto : techno.id)
Ilustrasi Kartu SIM (foto : techno.id)

Online24, Makassar – Kencangnya penipuan melalui telepon membuat pemerintah bergerak cepat untuk meminimalisir ruang gerak para penipu. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai menerapkan aturan yang ketat saat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Bagi pelanggan baru, diwajibkan mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK). Data tersebut, akan dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil).

“Soal registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat, sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya . Saat itu memang belum efektif karena esoksistemnya belum terbentuk,” ujar Menkominfo Rudiantara seperti dikutip dari kompas.com

“Kalau sekarang sudah ada e-KTP, sudah ada ekosistemnya dan bisa dilakukan. Nanti mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini,” imbuhnya.

Proses pendaftaran ini, bisa dilakukan langsung oleh pelanggan saat membeli kartu prabayar atau bisa mengunjungi gerai operator. Apabila pendaftaran dilakukan sendiri, pelanggan dibatasi hanya bisa mendaftarkan tiga nomor saja. Sementara jika digerai operator, jumlahnya tidak terbatas.

Bagi pengguna lama, diwajibkan untuk mendaftarkan ulang nomor miliknya setelah mendapatkan pesan notifikasi dari operator.

Untuk memudahkan proses ini, pihak Kementerian Dalam Negeri telah memberikan akses database kepada operator untuk mencocokkan NIK dan nomor KK para pelanggan.