Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Toraja Terkait Politisasi Agama Terhadap Aziz Qahhar

Editor : Lucky
Sony Budi Pandin
Sony Budi Pandin

Online24, Makale – Tokoh masyarakat Toraja, Sony Budi Pandin, angkat bicara mengenai masih maraknya politisasi agama menjelang Pemilihan Gubernur atau Pilgub Sulsel 2018. Ia mengaku gerah dengan pihak-pihak yang menggunakan cara kotor demi mendulang suara pada pesta demokrasi. Dikatakan dia, politisasi agama hanya dilakukan oleh kaum primitif.

“Kalau masih ada yang melakukan politisasi agama, ya itu hanya ulah kaum primitif. Sudah bukan zamannya menggunakan tameng agama untuk kepentingan politik, apalagi kalau sampai mendiskreditkan pribadi seseorang. Itu tidak benar, sama saja dengan fitnah yang merupakan dosa besar,” kata Sony, Sabtu (14/10/2017).

Pernyataan Sony merujuk pada massifnya serangan kampanye negatif terhadap Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, di Toraja. Pasangan Nurdin Halid itu bertubi-tubi diserang isu hoax yang mendiskreditkannya.

Mulai dari isu akan adanya Islamisasi di Toraja bila terpilih hingga isu larangan kepada warga setempat untuk memelihara babi.

Sony menegaskan isu islamisasi maupun isu larangan memelihara babi tidak ada bedanya dengan fitnah. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mempercayai, apalagi ikut menyebarkan informasi bohong tersebut. Sony juga mengajak agar seluruh masyarakat, khususnya di Toraja untuk menjaga kondusivitas daerahnya menjelang Pilgub Sulsel.

Tokoh pemuda Toraja, Pradyan Rizky Londong Allo, sebelumnya mengungkapkan politisasi agama yang menyerang Aziz hanyalah upaya oknum tidak bertanggungjawab untuk menggerus elektabilitas NH-Aziz. Terlebih, elektabilitas pasangan nasionalis-religius itu diketahui terus menanjak meninggalkan sejumlah rivalnya dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi Iin-sapaan karib Pradyan Rizky, sosok Aziz tidaklah mungkin melakukan apa yang disebarkan informasi bohong itu. Toh, anggota DPD RI tiga periode tersebut merupakan figur yang sangat mengedepankan toleransi dalam kehidupan beragama.

Kapabilitasnya pun sudah dibuktikan dengan kepercayaan masyarakat Sulsel memilihnya sebagai anggota DPD selama tiga periode. (*)