Penetapan Tersangka MAN IC, Polda Tunggu Hasil BPKP

Editor : Lucky
Penggeledahan di kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Penggeledahan di kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan

Online24, Makassar – Meski telah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan asrama putra-putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC), Penyidik Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel hingga saat ini belum melakukan gelar perkara.

Belum ditetapkannya para tersangka, menurut Kasubdit III Tipikor Direskrimsus Polda Sulsel, AKBP Leonardo Pandji, lantaran masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan Provinsi (BPKP) Sulawesi Selatan.

“Tunggu dulu sebentar lagi, ini masih tunggu hasil dari BPKP. Secepatnya akan penetapan tersangka,” singkat Leo.

Sementara itu, Kepala BPKP Sulawesi Selatan, Didik Krisdianto saat dikonfirmasi secara terpisah mengaku jika saat ini sudah menerima permohonan perhitungan kerugian negara dari penyidik.

“Masih dalam proses perhitungan, belum ada hasil,” kata Didik.

Meski demikian, ia belum bisa memastikan kapan hasil perhitungan kerugian negara dari proyek gagal tersebut keluar.

“Tergantung data penyidik, kita hanya perlu melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait,” lanjutnya.

Diketahui, pembangunan MAN IC yang terletak di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, bersumber dari anggaran APBN Kementerian Agama Tahun 2015 sebesar Rp 8 miliar.

Namun, proyek tersebut ditemukan terjadi kegagalan kontruksi setelah tim ahli kontruksi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan pemeriksaan, Juli 2017 lalu.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kualitas beton yang digunakan untuk pembangunan sekolah tidak memenuhi syarat, yaitu dengan menggunakan kualitas beton K-102 hingga K-122 yang seharusnya K-225.

Tidak hanya itu, dinilai terjadi kesalahan pembayaran dimana Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andi Zainul menandatangani berita acara perampungan pembangunan sebesar 100 persen padahal nyatanya proyek tersebut baru selesai sekitar 75 persen.(*)