UIT Optimis Dapat Hadirkan Wapres JK di Rapimnas BEM RI

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

panitia inti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ke-1 Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) menjelaskan mengenai kegiatan  Rapimnas BEM RI saat konferensi pers di Kampus V Universitas Indonesia Timur, Jalan Abdul Kadir, Makassar, Minggu (22/10/2017).
panitia inti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ke-1 Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) menjelaskan mengenai kegiatan Rapimnas BEM RI saat konferensi pers di Kampus V Universitas Indonesia Timur, Jalan Abdul Kadir, Makassar, Minggu (22/10/2017).

Online24, Makassar – Rapat Pimpinan Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) ke 1 yang dilaksanakan di Universitas Indonesia Timur optimis menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, sebagai Steering Komite.

Stering Comite Lokal, Faizal Sahabuddin, mengatakan bahwa saat ini orang nomor dua di Indonesia kini masih berada Mekkah, dan di jadwalkan tiba di Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2017 mendatang.

“Kami tetap yakin, bapak JK (akronim namanya) bisa hadir melalui komunikasi yang dari ayahanda Aksa Mahmud. Namun, sampai komunikasi terakhir pak JK masih berada di Mekkah sampai tanggal 26. Kehadiran pak JK disini sebagai Ketua Steering Komite,” ucap Faizal di Kampus 5 UIT Makassar, Jalan Abd. Kadir, Minggu (22/10/2017).

Rapimnas BEM RI yang dihadiri sekitar 200 delegasi dari berbagai Perguruan tinggi dan Perguruan tinggi swasta akan membahas kinerja Pemerintahan Republik Indonesia dalam hal ini, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

“Kami berharap dengan hadirnya forum di Rapimnas ini, kita juga berharap bahwa pemerintah pusat melihat sisi lain dari mahasiswa saat menyampaikan aspirasi. Bukan hanya melalui demo saja atapun unjuk rasa. Tapi, dalam forum ini kami akan menyampaikannya melalui gagasan yang telah kami rencanakan secara matang,” jelas Faizal.

Rapat Pimpinan Nasional BEM RI yang akan diselenggarakan mulai dari tanggal 23 sampai 29 Oktober 2017 dan akan dihadiri maksimal 7 perwakilan dari setiap kampus se Indonesia, dengan target sekitar 600 sampai 800 peserta yang akan mendapat fasilitas dari panitia lokal.

“Kami siap menerima mereka dengan batasan peserta maksimal 7 orang setiap kampusnya, dan di dalam forum nantinya hanya 2 yang menjadi peserta penuh dan selebihnya peserta peninjau. Karena sampai saat ini kampus yang mendaftar delegasi ada yang 3 sampai 5 orang saja,” jelasnya.