Unhas Kukuhkan Dua Guru Besar

Reporter :
Editor : Lucky

Prof Syafaruddin dan Prof Fajriani menyaksikan penandatanganan penerimaaan jabatan guru besarnya oleh Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA (foto: Humas Unhas)
Prof Syafaruddin dan Prof Fajriani menyaksikan penandatanganan penerimaaan jabatan guru besarnya oleh Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA (foto: Humas Unhas)

Online24, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar acara pengukuhan jabatan guru besar yang berlangsung di ruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas, Selasa (24/10/2017).

Dua guru besar yang dikukuhkan bernama Prof Syafaruddin dengan bidang keahlian Konversi Energi Fakultas Teknik dan Prof Fajriani dalam bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi.

Pada upacara Penerimaan Jabatan Profesor ini, Prof Syafaruddin membawakan pidato ilmiah dengan judul “Metode Real-Time Pelacakan Daya Output Maksimum Panel Surya Berbasis Sistem Cerdas”.

Menurut Profesor Syafaruddin, dalam simpulan teks pidato yang dibacakannya, metode pelacakan titik operasi maksimum sistem photovoltaik yang berbasis kombinasi jaringan syaraf tiruan dan kontrol logika fuzzy dengan informasi polar bisa diaplikasikan untuk berbagai macam jenis teknologi modil photovoltaik.

Sementara Prof Fajriani mengangkat judul “Peranan Ilmu Kedokteran Gigi Anak Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Penderita Early Childhood Caries” sebagai orasi ilmiahnya di hadapan para dewan guru besar dan sivitas akademika Unhas, serta tamu undangan.

Profesor Fajriani mengatakan, pembangunan pendidikan kesehatan, khususnya spesialis kedokteran gigi anak sangat penting. Mengingat banyaknya jumlah kasus penderita Early Childhood Caries di kota Makassar yang perlu mendapatkan penanganan khusus. Namun tidak dapat tertangani dengan baik karena sumber daya manusia (SDM) yang ada masih sangat terbatas.

“Kasus-kasus yang dijumpai kebanyakan dalam kondisi yang parah sehingga membutuhkan tenaga spesialis kedokteran gigi anak. Oleh karena itu, diharapkan bahwa program studi Kedokteran Gigi Anak mampu menjawab tantangan kurangnya SDM di bidang spesialisasi kedokteran gigi anak,” ucap Profesor Fajriani.

Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, merasa bahagia Unhas bisa kembali mengukuhkan dua guru besar. Menurut Prof Dwia, hingga Oktober 2017 ini, Unhas sudah menghasilkan 17 orang yang menerima jabatan guru besar. Sehingga jumlah penerima gelar profesor yang aktif di Universitas Hasanuddin menjadi 286 orang.

“Pada Oktober ini, dalam setahun ini kami telah menghasilkan guru besar berjumlah 17 orang. Dari data yang ada, ternyata sampai setahun belakangan ini Unhas yang paling tertinggi memproduksi guru besar. Kalau saya melihat dokumen yang saya tanda tangani untuk dikirim ke pusat, tahun ini kita bisa punya 20 orang guru besar, ” ujarnya.

“Pencapaian kuantitas dan kualitas guru besar ini tercapai karena didukung oleh makin baiknya pengelolaan sistem administrasi online Unhas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya yang dilakukan di Unhas dalam beberapa tahun terakhir sangat sistemik dan berbasis pada sistem administrasi pendataan yang online. Sehingga memproses lebih cepat dan meng-encourage lebih keras kepada calon guru besar untuk cepat menjadikan dirinya sebagai profesor.

Prosesi pengukuhan guru besar ini dihadiri oleh jajaran dewan guru besar Unhas, profesor tamu dari Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Rektor Universitas Bosowa, sivitas akademika, dan para tamu undangan lainnya.(*)