Diskusi Edukasi Pengelolaan TV Kabel Resmi Dibuka Diskominfo Sulsel

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan bekerjasama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat mengadakan kegiatan Edukasi tentang Pengelolaan TV Kabel di Aswin Hotel Makassar, Jalan Gunung Latimojong, Rabu (25/10/2017).
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan bekerjasama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat mengadakan kegiatan Edukasi tentang Pengelolaan TV Kabel di Aswin Hotel Makassar, Jalan Gunung Latimojong, Rabu (25/10/2017).

Online24, Makassar – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan bekerjasama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan diskusi bertemakan “Edukasi tentang Pengelolaan TV Kabel” yang berlangsung di Aswin Hotel Makassar, Jalan Gunung Latimojong, Rabu (25/10/2017).

Diskusi dibuka secara resmi Kepala Dinas Kominfo Statistik Persandian Provinsi Sulsel, Ir H Andi Hasbullah, yang dalam sambutannya berharap dalam kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para tamu undangan yang hadir.

“Pertemuan ini kami anggap penting dan strategis, dan memberikan edukasi yang sangat berkesan. Sehingga saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya,” ucapnya.

Lebih jauh, Hasbullah menuturkan bagaimana besarnya pengaruh tayangan tv berlangganan, yang menobatkan provinsi Sulawesi Selatan menjadi pengguna TV Kabel berlangganan terbesar di antara provinsi yang ada di Indonesia.

“Saya dapat data-data dari komisi penyiaran, Sulsel merupakan salah satu pengguna tv kabel yang paling banyak dan memiliki pengusaha TV Kabel yang cukup besar di bandingkan seluruh provinsi yang ada Indonesian dan itu dinikmati oleh masyarakat kita,” tuturnya.

Namun, tingginya pengguna layanan televisi berlangganan di Sulawesi Selatan membuat angka pengusaha TV Kabel yang berstatus ilegal dan tidak memiliki izin masih tersebar di berbagai daerah.

“Masih banyak masalah yang terjadi dilapangan, masalah dilapangan yang harus diperbaiki, dan yang harus kita tertibkan. Karena masih banyaknya pengelola TV Kabel yang tidak berizin dengan kata lain ilegal,” ungkapnya.

Berhubung tingginya angka pengusaha TV Kabel yang ilegal di Sulawesi Selatan, Diskominfo-SP berjanji akan menertibkan pengusaha-pengusaha yang belum memiliki izin.

“Dan ini pasti akan ditertibkan, program-program yang mulai berjalan salah satunya menertibkan tv kabel yang tidak memiliki izin operasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Hasbullah mengatakan salah satu yang menjadi daya tarik masyarakat memasang dan berlangganan TV Kabel, yakni mudahnya informasi yang bisa didapat dimana saja.

“Tayangan yang dikemas menarik membuat ketergantungan masyarakat terhadap informasi televisi berlangganan. Semakin terpenuhinya hak setiap orang untuk memperoleh informasi dengan mudah, cepat dan murah tanpa dibatasi oleh waktu baik di perkotaan maupun di perdesaan,” bebernya.

“Maka itu, kita juga harus mengantisipasi berbagai dampak negatif yang ditimbulkan melalui tayangan dalam beragam konten penyiaran,” tambahnya.

Perlu diketahui, kegiatan yang diikuti oleh para pengusaha TV Kabel dari berbagai daerah se Sulawesi Selatan akan berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 25 sampai 26 Oktober 2017.