AHY Perkenalkan Sofia, Calon Saingan Berat Manusia di Makassar

Reporter :
Editor : Lucky

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute memberikan kuliah umum di Unhas Makassar
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute memberikan kuliah umum di Unhas Makassar

Online24, Makassar – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute hadir memberikan kuliah umum di Baruga AP Pettarani Unhas, Makassar, Kamis (26/10/2017) siang.

AHY membawakan kuliah umum dengan tema “Pemuda, Sains, dan Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045” di hadapan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar.

Pada kesempatan itu, anak tertua mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memperkenal Sofia, robot yang menyerupai manusia.

“Sofia ini adalah sebuah robot. Tapi makin lama, robot yang dulu kotak kotak sekarang sudah menyerupai manusia. Sekarang makin canggih dengan chip dan program yang ditanamkan kepada Sofia ini,” kata AHY.

Ia menjelaskan, lambat laun manusia akan tersaingi dengan keberadaan robot yang awalnya dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Ia memberi contoh lain, ketika manusia butuh informasi, mereka langsung mencarinya di di mesin pencari Google. “Ke depan robot semacam ini akan dikembangkan. Suka tidak suka bumi akan dipenuhi robot yang menjalankan tugas kita,” lanjutnya menjelaskan.

Setelah meminta pendapat dua mahasiswa, diambil kesimpulan jika kehadiran teknologi membawa dampak positif sekaligus dampak buruk bagi eksistensi manusia di muka bumi.

“Jelas sekali, ini jadi peluang dan menghadirkan malapetaka jika tidak dikendalikan dengan baik. Karena robot bisa dicustom, rambut dan kulitnya bisa diatur menyerupai manusia,” ujarnya.

Ia pun meminta pemuda berfikir jauh beberapa langkah ke depan dan tidak terpecah belah dengan sesama bangsa sendiri. “Karena persaingan kita bukan dengan bangsa sendiri tapi dengan negara lain. Makanya ikuti terus perkembangan jaman serta responsif¬† dan adaptif,” kata dia.

“Jangan sampai kita akan jadi pecundang di negeri sendiri kita juga harus selalu tergantung,” tambahnya.(*)