Festival Permainan Tradisional Kembali Akan Digelar Pada Akhir Oktober

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Makassar Tradisional Games Festifal (MTGF) yang diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jalan Seru (JJS) Indonesia akan kembali digelar bersama Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhir bulan Oktober 2017
Makassar Tradisional Games Festifal (MTGF) yang diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jalan Seru (JJS) Indonesia akan kembali digelar bersama Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhir bulan Oktober 2017

Online24, Makassar – Makassar Tradisional Games Festifal (MTGF) yang diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jalan Seru (JJS) Indonesia akan kembali digelar bersama Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhir bulan Oktober 2017.

Inisiator MTFG, Rere Alfareezy, pada konfrensi pers yang dilaksanakan di Shopie Paris Branch Makassar, Kamis (26/10/2017), ini mengajak masyarakat luas bergabung pada event yang dilaksanakan pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2017, di Benteng Rotterdam Makassar.

“Pada tahun ke enam ini, kami kembali hadir untuk memberikan ruang kepada masyarakat untuk bagaimana ikut dalam menjaga dan melestarikan permainan tradisional yang pada hari ini sudah sangat jarang dimainkan oleh anak anak kita dimana telah lebih dulu mengenal dan bermain gadget atau smarthphone,” jelasnya.

Rere juga membeberkan agenda yang akan terlaksana selama dua hari tersebut yang nantinya akan dihibur oleh Rizky de Kaizer dan Dul Jaelani, putra ketiga dari Ahmad Dhani.

“Ada beberapa agenda yang telah kami siapkan dalam dua hari tersebut diantaranya, kids corner, kostum kode, bengkel permainan, pasar rakyat dan pagelaran budaya pada hari penutpupan,” jelasnya.

Dia juga membeberkan permainan yang akan disuguhkan bagi para pengunjung MTGF yang berasal dari beberapa daerah di wilayah Sulsel dan Sulbar.

“Pada MTGF kali ini, kita akan menyuguhkan sebanyak 14 permainan tradisional yang akan dipermainkan itu diantaranya, maccukke atau accangke,  bulang bulang atau patte patte, mallongga atau majjek atau yang lebih familiar disebut enggran, mallogo, mangasing asing, mabbenteng, tander tander himen, massanto, madende, ma’ boya atau aggebo, lambasena, lompat tali, beklan, maggoli atau main kelereng,” urainya.

Sementara, Dinas Pariwisata Makassar yang dihadiri langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Promosi, Merita, mengatakan, pihak Pemkot sendiri sudah bergabung dan ikut mendukung pelestarian permainan tradisional dimana telah memasukkan MTGF sebagai kalender event Kota Makassar.

“Kami bergabung dengan para inisiator sudah berjalan tiga tahun, langkah kami sendiri dalam mendukung pelestarian permainan tradisional ini dengan memasukkan ke kalender event dan juga ikut mempromosikan kepada para wisatawan baik lokal maupun mancangera,” ujarnya.

Katanya, kegiatan yang akan digelar pada akhir bulan Oktober ini tercipta atas kegelisahan sekelompok pemuda akan permainan rakyat yang nota bene adalah warisan budaya leluhur yang saat ini sudah jarang bahkan dikatakan tidak pernah pernah lagi dimainkan, serta mulai ditinggalkan.