Soal Tersangka Kasus Hibah Masjid Agung Palopo, Polda Terkesan Bungkam

Reporter :
Editor : Lucky
Ilustrasi (foto: int/otonomi.co.id)
Ilustrasi (foto: int/otonomi.co.id)

Online24, Makassar – Polda Sulsel tenyata telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah Masjid Agung Palopo sebesar Rp 5 miliar tahun 2008-2015. Tiga tersangka tersebut ditetapkan setelah gelar perkara beberapa hari yang lalu.

Namun saat ditanya identitas iga tersangka, Polda seolah enggan membeberkan kepada awak media.

Wakil Direktur Ditkrimsus Polda Sulsel, AKBP Yuliar, saat dikonfirmasi, hanya menyebut ketiga tersangka tersebut adalah Ketua Yayasan Masjid Agung, Rekanan, serta Konsultan Lroyek.

Tak hanya itu, ia juga enggan menyebut peranan serta modus tersangka dalam kasus tersebut.

Sikap tertutup Polda Sulsel ini membuat Anti Corupotion Comitte (ACC) Sulsel menilai Polda setengah hati menangani kasus tesebut.

Staf Investigator Lembaga Monitoring Kasus Korupsi ACC Sulsel, Angga, mengatakan, “Kalau ditutupi seperti ini entah pertimbangannya apa. Kok tidak disampaikan, ada apa, padahal sanksi sosial penting untuk memberi efek jera.”

Menurut dia, sangsi sosial itu perlu untuk memberi efek jera bagi koruptor. Bahkan bila perlu, kata dia, para tersangka tersebut diberi rompi orange, agar benar-benar mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat.

Sebelumnya, dana hibah senilai Rp 5 miliar tersebut diduga disalahgunakan. Di mana pihak yayasan masjid tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana tesebut.

Kasus ini sempat menyeret nama Ahmad Syarifuddin Daud. Ia disebut- sebut terlibat karena diduga telah memindahkan kepemilikan Masjid Agung Polopo yang sebelumnya menjadi aset Pemkot menjadi aset milik yayasan.

Yayasan tersebut kebetulan diketuai oleh KH Syarifuddin Daud, yang merupakan ayah dari Ahamad Syarifuddin.(*)