Diperiksa, Tersangka Kasus APBD Sulbar Terancam Ditahan

Reporter :
Editor : Lucky
Kantor Kejati Sulselbar
Kantor Kejati Sulselbar

Online24, Makassar – Dua tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulbar Tahun Anggaran (TA) 2016 menjalani pemeriksaan di Kejati Sulsel, sejak pagi hingga kini, Senin (30/10/2017). Keduanya diperiksa kapasitasnya sebagai tersangka kasus tersebut.

Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, saat ditanya apakah ada kemungkinan dilakukan penahanan terhadap tersangka, ia mengatakan hal itu menjadi hak dan kewenangan penyidik.

“Bisa iya bisa tidak, semua tergantung kebutuhan tim penyidik,” ujarnya singkat.

Seyogyanya Kejati hari ini memanggil tiga orang tersangka. Namun hanya dua yang datang menghadiri pemeriksaan, yaitu Andi Mappangara dan Harun. Sementara satu orang lainnya yakni Munandar Wijaya tidak datang dengan alasan sakit.

Dalam kasus ini sendiri, Kejati Sulsel telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Andi Mappangara (Ketua DPRD Sulbar), Munandar Wijaya (Wakil Ketua DPRD Sulbar), Hamzah Hapati Hasan (Wakil Ketua DRPD Sulbar), dan Harun (Wakil Ketua DPRD Sulbar).

Mereka dianggap harus bertanggung jawab terhadap penyimpangan dalam proses penyusunan APBD Provinsi Sulbar tahun 2016. Mereka dianggap telah secara sengaja dan menlanggar hukum, memasukan pokok-pokok pikiran seolah-olah sebagai aspirasi masyarakat dalam APBD tahun anggaran 2016, tanpa melalui proses dan prosedur yang tepat.

Pada tahun 2016, jumlah tersebut terealisais sebesar Rp 80 miliar yang digunakan untuk kegiatan PUIPR, Disnakbud, dan Sekwan. Sedangkan sisanya tersebar di SKPD lain dan terdapat anggaran yang terealisasi pada tahun 2017.(*)